alexametrics
Rabu, 25 Nov 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Tutup Tahun PNS Anyar Kantongi NIP

Sanggahan Empat Peserta Ditolak,

13 November 2020, 10: 07: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

SUKSES BERSAMA: Sejumlah peserta CPNS berfoto bersama usai ujian seleksi.

SUKSES BERSAMA: Sejumlah peserta CPNS berfoto bersama usai ujian seleksi. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Rembang sudah memasuki masa pemberkasan sampai akhir bulan mendatang. Kemudian Nomor Induk Pegawai (NIP) ditargetkan rampung Desember.

Setelah diumumkannya SKB beberapa waktu lalu, ada 410 peserta yang dinyatakan lolos. Dengan rincian 249 pendaftar formasi tenaga pendidikan, 129 pendaftar tenaga kesehatan, dan 32 orang pendaftar tenaga teknis.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Rembang Suparmin menyampaikan, masa sanggah sudah ditutup pada (4/11) kemarin. Ada empat peserta yang mengajukan. Yang kemudian diputuskan langsung oleh pusat. Hasilnya, lanjut Suparmin, sanggahan mereka dinyatakan ditolak. ”Sudah diputuskan bahwa sanggahan tersebut akhirnya ditolak,” katanya.

Setelah tahapan ini, maka seluruh peserta yang dinyatakan lolos SKB melanjutkan pada tahapan pemberkasan. Yang dilaksanakan online. Mulai 5/11 sampai 30/11 nanti. Tahapan ini dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) sepenuhnya. Sehingga peserta tidak diperkenankan untuk datang langsung ke Kantor BKD.

Alasan itu tentunya mengingat masih dalam masa pandemi. ”Mereka (para peserta, Red) kami larang untuk datang secara tatap muka. Setelah masa sanggah kami pastikan tidak ada masalah,” imbuhnya.

Jadi, peserta cukup me-scan dokumen yang menjadi persyaratan pemberkasan. Dokumen tersebut selanjutnya di-Upload dan dikirim ke laman resmi Badan Kepegawaian Nasional (BKN) sscn.bkn.go.id menggunakan akun masing-masing.

Peserta sudah bisa mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP) setelah pemberkasan selesai. Sebagaimana arahan BKN, penetapan NIP ini ditargetkan akan selesai pada Desember. Terkait dengan penyerahan Surat Keputusan (SK), Suparmin menyampaikan, secara konsep acara juga bisa dilaksanakan secara virtual. Atau apabila kondisi Covid-19 sudah membaik bisza juga dilaksanakan secara normal.

”Rencananya penyerahan (surat keputusan, Red) juga akan dilakukan secara virtual. Namun, kami akan tetap melihat kondisi penyebaran Covid-19. Bisa jadi dilakukan normal,” ujarnya. 

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP