alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Munculkan Gas Beracun, Bekas Sumur Pengeboran di Rembang Dipasang Pipa

12 November 2020, 12: 25: 58 WIB | editor : Ali Mustofa

PENANGANAN SEMENTARA: Titik semburan gas di Desa Dowan, Gunem, Rembang, dipasang pipa untuk mengalihkan gas.

PENANGANAN SEMENTARA: Titik semburan gas di Desa Dowan, Gunem, Rembang, dipasang pipa untuk mengalihkan gas. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Semburan gas di desa Dowan, Gunem, Rembang, memiliki kandungan berbahaya. Meskipun intensitasnya sudah menurun, lokasi itu tetap akan dipantau selama sepekan. Selain itu juga dipasang pipa untuk meminimalisasi sebaran gas. Pipa itu ditanam di bekas pengeboran.

Lokasi itu sudah ditinjau Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah. Dari tinjauan itu, kata Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang Pramujo, ternyata mengandung HS2 dan CO2. Kandungan ini dinilai membahayakan apabila dihirup. Sehingga untuk sementara ini di lokasi dipasang pipa sekitar empat meter. Pipa itu disalurkan ke lubang yang awalnya dibor atau mengeluarkan gas. Untuk mengalihkan semburan gas langsung ke atas sehingga meminimalisasi penyebarannya di lingkungan sekitar.

”Penanganan sementara nanti kami pantau sepekan. Perkembangannya seperti apa,” jelasnya.

Apabila aktivitas gas itu mengecil nanti titik itu akan ditutup dengan cor.

Jika diamati, tingkat semburan ini sudah mengalami penurunan. Kemarin (10/11), saat Jawa Pos Radar Kudus di lokasi juga sudah tak ada semburan. 

”(Gas) berbahaya karena ada racunnya. Tapi disulut dengan api tidak ada. Yang terlalu dekat kena hirupan itu membahayakan,” imbuhnya.

Lokasi itu berada di tengah permukiman padat.

Diberitakan sebelumnya Minggu (8/11) ada warga yang mengebor membuat sumur. Pekerjaan itu dilanjutkan esoknya Senin (9/11). Sekitar pukul 12.00, muncul bau menyengat. Kemudian, titik pengeboran itu pun mendesis mengeluarkan gas. Seperti bau gas elpiji.

Beberapa pihak dari desa hingga kepolisian pun turun tangan. Lokasi itu pun diberi garis polisi.

Kata Kepala Dusun Dowan Sujad, pihak dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah sudah turun ke lokasi. ”Tidak ada gas metan. Tidak terbakar,” katanya menyampaikan apa yang disampaikan oleh ESDM. Sebelumnya ia juga sudah mencoba dengan mengambil sampel gas ke dalam pelastik. Kemudian pergi ke tempat yang aman lalu disulut dengan api. Hasilnya juga tak ada ledakan. Saat ini, pihaknya diminta mengamati apa yang terjadi pada sumur itu selama sepekan.

(ks/vah/zen/top/JPR)

 TOP