alexametrics
Minggu, 29 Nov 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Jateng Raih Juara I Provinsi Terinovatif, Kalahkan Jabar dan Jatim

11 November 2020, 09: 20: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

PACU KREATIVITAS: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah) menerima penghargaan Anugerah Inovasi Indonesia Award dari Menristek Bambang Brodjonegoro di auditorium BJ Habibie Jalan Thamrin, Jakarta, kemarin. Insert, piala Anugerah Inovasi Indonesia Award.

PACU KREATIVITAS: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah) menerima penghargaan Anugerah Inovasi Indonesia Award dari Menristek Bambang Brodjonegoro di auditorium BJ Habibie Jalan Thamrin, Jakarta, kemarin. Insert, piala Anugerah Inovasi Indonesia Award. (HUMAS PEMPROV JATENG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JAKARTA – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memilih Provinsi Jateng sebagai peraih peringkat I penghargaan Indonesia Award sebagai Provinsi Inovatif. Menyusul Provinsi Jabar di peringkat II, dan Jatim di peringkat III. 

Penghargaan diserahkan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Indonesia Bambang Brodjonegoro dan diterima Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Auditorium BJ Habibie Jalan Thamrin, Jakarta, kemarin. Acara Anugerah Inovasi Indonesia Award ini, dibuka melalui virtual oleh Presiden Joko Widodo. Kegiatan juga dihelat pameran atau ekspo secara virtual.

Ganjar dengan mengenakan pakaian batik cokelat berdiri di atas panggung. Di sampingnya berdiri perwakilan pemerintah kabupaten di Jateng yang juga meraih anugerah Kabupaten Inovatif, yakni Pati, Kendal, dan Kabupaten Wonogiri.

(HUMAS PEMPROV JATENG FOR RADAR KUDUS)

Ganjar mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk keseriusan provinsi, kabupaten, dan kota di Jateng. ”Mereka itu, kreasi, riset, dan inovasi menjadi kebiasaan," kata Ganjar di lokasi acara.

Dia menilai pemerintah pusat tak henti-hentinya memberikan stimulus, agar inovasi daerah bisa terus berkembang. Ganjar juga senang, tidak hanya tingkat pemprov yang menerima penghargaan, tapi ada juga kabupaten/kota, individu, peneliti, dan kampus.

”Ini bagian dari cara kita merangsang daerah-daerah bisa melakukan inovasi dan kreasi. Bahkan, risetnya lebih banyak, sehingga bisa menyelesaikan persoalan daerah," jelasnya.

Menurutnya, hasil riset, inovasi, dan kreasi berpotensi menyelesaikan persoalan di masyarakat. ”Kami hanya perlu didorong, diberi kesempatan, dan hanya butuh seluruh inovasi ini dipakai dan dibeli," ujar Ganjar.

Inovasi karya Provinsi Jateng yang mendapat perhatian di antaranya sekolah virtual untuk anak putus sekolah. Pemprov Jateng tak sekadar menggelar pembelajaran daring, namun juga membuat aplikasi hingga silabus khusus. Sekolah virtual ini, diikuti anak usia pelajar yang tak mampu sekolah karena masalah biaya. Kini, mereka dapat sekolah dengan memilih sendiri waktu pembelajaran di sela-sela bekerja.

Selain itu, beragam inovasi dari sumbangan masyarakat dan komunitas juga merebak di Jateng dalam beberapa tahun terakhir. Dari inovasi olah makanan, alat dan sistem pertanian, hingga teknologi.

Menristek Bambang Brodjonegoro menuturkan, Provinsi Jateng serta kabupaten dan kota di provinsi tersebut memang meraih penghargaan. ”Kebetulan semuanya dari Jateng. Pemprov Jateng, Kabupaten Wonogiri, dan Kota Surakarta. Banyak hasil inovasi yang dilahirkan masyarakatnya dengan mendapatkan semacam supervisi atau dukungan dari lembaga penilitian dan pengembangan (litbang) di daerah provinsi tersebut," puji Bambang kepada Pemprov Jateng. (bis/lhr/ida)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP