alexametrics
Minggu, 29 Nov 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Bejat! Ayah di Blora Tega Cabuli Anak Tirinya Usia Tujuh Tahun

10 November 2020, 17: 30: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

Bejat! Ayah di Blora Tega Cabuli Anak Tirinya Usia Tujuh Tahun

BLORA – AS (35), warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Tunjungan tega mencabuli anak tirinya yang berusia tujuh tahun. AS dilaporkan oleh SY, istrinya sendiri yang merupakan ibu korban. Kini AS jadi tersangka dan sudah ditahan.

Kasatreskrim Polres Blora AKP Setiyanto memaparkan, aksi bejat sang ayah tiri tersebut terendus setelah ibu korban curiga terhadap keluhan putrinya. Saat buang air kecil, alat kelamin bocah kelas I SD tersebut terasa sakit. ”Anaknya bilang alat kelaminnya sakit. Kemudian ditanya oleh ibunya,” tuturnya kemarin.

Mulanya, korban tidak mau bercerita. Namun pada akhirnya menceritakan bahwa pada Jumat lalu, tersangka menindih korban dan memasukkan alat kelaminnya. Kaget mendengar cerita tersebut, SY menemui tersangka di sawah.

AS tidak mengakui perbuatannya, justru memarahi korban. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke bidan desa. Setelah diperiksa oleh bidan, ditemukan robekan pada alat kelamin korban. Ibu korban lalu melaporkannya ke Polsek Tunjungan, pada Sabtu (7/11) lalu. Laporan kemudian dilayangkan ke Polres Blora pada Minggu (8/11).

Tersangka akan ditahan dalam 20 hari ke depan. Dia diancam hukuman paling singkat lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. ”Tersangka mengakui baru sekali. Ditangkap Minggu tanpa perlawanan di rumahnya,” tambah AKP Setiyanto. 

Terpisah, tetangga tersangka, M, menyebut bahwa tersangka sehari-hari bekerja serabutan. Selain ikut bekerja proyek, tersangka juga petani di sawah. Sebelum menikah dengan istrinya yang sekarang, AS pernah menikah dan memiliki anak laki-laki. Sang istri meninggal dua tahun lalu. ”Kalau dari pernikahan yang sekarang ini, sudah punya anak enam bulan,” kata M.

Keseharian tersangka sebenarnya normal sebagaimana orang pada umumnya. Hanya, saat bertemu perempuan yang menurutnya menarik, AS suka iseng. Keisengan tersangka sering berlebihan dibanding laki-laki lain di kampung tersebut.

”Soalnya kan kadang wajar saja kalau laki-laki suka guyonan iseng, cuma tersangka beda. Iseng tapi keterlaluan,” cerita M. 

(ks/ful/lid/top/JPR)

 TOP