alexametrics
Rabu, 25 Nov 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Potong Tumpeng Jadi Tradisi HUT SMAN 1 Lasem

10 November 2020, 14: 11: 39 WIB | editor : Ali Mustofa

TRADISI: Penyerahan potongan tumpeng dari guru paling senior Fatih Sucipto kepada guru paling junior Fachrurriza Oktaviana jadi tradisi HUT ke-37 SMAN 1 Lasem.

TRADISI: Penyerahan potongan tumpeng dari guru paling senior Fatih Sucipto kepada guru paling junior Fachrurriza Oktaviana jadi tradisi HUT ke-37 SMAN 1 Lasem. (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-37 SMAN 1 Lasem diperingati dengan potong tumpeng kemarin. Acara tahunan ini digelar sederhana dihadiri guru, karwayan, perwakilan siswa, dan komite SMAN 1 Lasem.

Salah satu guru SMAN 1 Lasem Imron Wijaya menuturkan, tanggal 09 November 1983 merupakan tanggal SK Penetapan Pembukaan SMAN 1 Lasem oleh pemerintah. Pada tahun 2020.

Saat ini sekolah sudah berkembang. Mempunyai sebanyak 1.028 siswa dan diampu oleh 61 guru dan 19 tenaga administrasi.

“ Satu-satunya SMA Negeri di pusat Lasem merupakan salah satu sekolah yang berada hampir di tengah-tengah Kabupaten Rembang,” ujarnya.

Sehingga, sebelum adanya zonasi, siswa-siswanya berasal dari berbagai kecamatan di wilayah timur dan selatan Kabupaten Rembang. Kepala SMAN 1 Lasem, Santosa menyampaikan, peringatan ulang tahun kali ini digelar sederhana.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang melibatkan berbagai intansi dan pemangku kepentingan Pendidikan di Kabupaten Rembang.

“Sejarah 37 tahun berdirinya SMAN 1 Lasem sudah berhasil meluluskan siswa yang berprestasi dan menjadi tokoh nasional, salah satunya Brigjen TNI Susilo, Asisten Operasi Kepala Staf Kostrad (Asops Kas Kostrad) TNI AD” kata Kepala Sekolah yang asli Surakarta itu.

Ketua Komite melalui Wakil Ketua Komite Temok memaparkan SMAN 1 Lasem semakin hari semakin baik dalam hal pengelolaan maupun tingkat kelulusannya.

Ia menyampaikan tentang Tri putur. Yakni harus menjadi pegangan bersama keluarga besar SMA Negeri 1 Lasem. “Pertama, muna-muni kalih konco opo sinten mawon ampun nglarake ati, kedua umlah bowo ampun ngantos ninggal toto kromo, ketiga tingkah laku ampun ngantos dadoske bendu,” tuturnya.

Kegiatan ulang tahun ditutup dengan memotong tumpeng dari guru paling sepuh kepada guru muda. Hal ini sebagai symbol bahwa SMAN 1 Lasem akan selalu menjadi baik dan lebih baik lagi. Walaupun guru-gurunya berganti, yang sepuh pensiun digantikan yang muda sebagai regenerasi Pendidikan di SMA Negeri 1 Lasem. 

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP