alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Nuruti Gengsi, Suami Pergi

09 November 2020, 11: 06: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

Nuruti Gengsi, Suami Pergi

PARTI (nama samaran) sejak gadis sudah terbiasa hidup mewah. Pakaiannya selalu dibeli di mal. Kalau tidak branded tidak mau. Itu hanya sedikit contoh.

Kebiasaan itu sudah mendarah daging. Hingga saat ini sudah bersuami.

Sayang, Parti dapat suami orang biasa. Hanya pegawai kantor dengan gaji upah minimum kabupaten (UMK).

Namun kelakuan Parti tetap saja tak berubah. Dia selalu ingin tampil trendy. Dengan busana kekinian yang harganya bikin geleng-geleng suaminya.

Sebenarnya suaminya mampu-mampu saja untuk membelikan barang-barang itu. Hanya, tidak setiap bulan. Namun Parti dasar tak tahu diri. Belanja barang-barang mahal seperti baju dan sendal hampir tiap bulan. Kalau bulan ini sendal, besok sepatu, bulan depannya lagi tas. Begitu terus.

Suaminya lantas tidak tahan lagi. Dia kemudian mengingatkan Parti agar tidak boros-boros. Lebih baik banyak menabung untuk persiapan nanti mempunyai buah hati.

Sayang nasihat halus dari suaminya tidak didengarkan. Masih saja uang belanjaan bulanan habis untuk barang-barang yang sebenarnya tak penting itu.

Parti mengaku, itu karena gengsi. Teman-temannya berbaju branded semua. Jika dia tak mengikuti, bisa saja dia tak diterima di lingkungan pergaulan teman-temannya itu. Begitu pengakuan Parti.

”Baju sudah banyak masih saja beli. Kenapa tidak mikir untuk menabung sekali-sekali," kata suaminya.

Dia yang sudah kesal lalu menggugat cerai istrinya.

”Kalau begini terus bisa bangkrut. Istri nggak bisa diajak prihatin dan hidup sederhana. Saya sudah mantap pisah sajalah. Dia sudah tak bisa dinasihati," kata suaminya. 

(ks/aua/lin/top/JPR)

 TOP