alexametrics
Selasa, 27 Jul 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Miftahul Umam, Juara Penulisan Biografi Kiai

Riset Dua Minggu, Dibimbing Guru Ngaji  

07 November 2020, 11: 22: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

Muhammad Miftahul Umam

Muhammad Miftahul Umam (Dok. Pribadi)

Share this      

Selain lihai membuat kaligrafi, Muhammad Miftahul Umam juga memiliki kemampuan lebih di bidang penulisan. Baru-baru ini, dia meraih juara I lomba karya tulis ilmiah santri (LKTIS) penulisan biografi kiai Jepara.

FEMI NOVIYANTI, Radar Kudus

AWALNYA Muhammad Miftahul Umam hanya berkeinginan mendokumentasi perjuangan salah satu kiai di Jepara, Mbah Musthofa. Tujuannya, agar lebih dikenal masyarakat luas.

Baca juga: Wis Cukup Wingi, Ra Pingin Baleni

Berkat kegigihannya, dia mendapat bonus dengan meraih juara I dalam lomba karya tulis ilmiah santri (LKTIS) penulisan biografi kiai Jepara dalam rangka Hari Santri Nasional dan Harlah PKB 2020.

Laki-laki kelahiran Jepara, 22 Desember 1999 ini menceritakan, dalam lomba tersebut dia membuat tulisan berjudul ”Sang Mutiara yang Tersembunyi: Sekilas Kisah KH. Musthofa Abdul Hamid Guyangan”. ”Saya menuliskan tentang perjuangan Mbah Musthofa dalam menyebarkan agama Islam dan mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama. Khususnya di Desa Guyangan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Dia yang juga tinggal di Desa Guyangan, Bangsri, Jepara, ini tertarik mengangkat sosok tersebut, karena KH. Musthofa merupakan simbah dari guru ngajinya.

Dalam karya tulis yang disusunnya, dia menyajikan tulisan tentang KH. Musthofa dalam beberapa bab. Semuanya disajikan secara runtut dengan data pendukung yang lengkap.

Mulai dari asal-usul dan nasab KH. Musthofa, masa belajarnya, pernikahannya, hingga hijrah dan mendirikan Pondok Pesantren Nurul Hidayah, merintis MI Ta’limul Athfal Guyangan. Selain itu, memuat tentang KH. Musthofa dan NU Desa Guyangan, menjelang ajal KH. Musthofa, keteladanan sang kiai, serta jasa dan peninggalan KH. Musthofa Abdul Hamid.

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini, memulai proses pencarian data hingga penulisan dalam waktu sekitar dua pekan. ”Alhamdulillah tidak ada kendala,” tuturnya.

Santri Pesantren Riset Al-Muhtada ini melanjutkan, dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini, dia mendapat bantuan dari berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan karya tulis ilmiahnya. ”Kami sampaikan terima kasih, khususnya kepada Ustaz Nur Faizin yang telah membantu dan membimbing dalam menyelesaikan karya tulis ini,” ungkapnya.

Melalui tulisan itu, dia berharap bisa memberi manfaat maupun inspirasi serta menambah wawasan bagi para pembaca. Khususnya mengambil ibrah (teladan) dari para tokoh. ”Harapannya, ke depan saya juga bisa istiqomah menulis. Khususnya tentang kemasyarakatan, agama, dan hukum,” ujarnya.

Prestasi dalam bidang kepenulisan ini, bukan kali pertama diraihnya. Pada 2018 lalu, dia juga pernah meraih juara II Lomba Esai Tingkat Nasional di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Dia mengantongi prestasi di bidang lain, seperti juara III Lomba Kaligrafi Tingkat SLTP Sederajat Porseni PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Bangsri 2013, juara II Lomba Cerkas Tingkat SLTP Porseni PC IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara 2014, juara III Lomba Kaligrafi Tingkat SLTP Porseni PC IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara 2014, juara III Kejuaraan Pagar Nusa Open 1 Kelas C Remaja Putra Kabupaten Jepara 2016, serta juara I Lomba Khitobah Arabiyah Tingkat SLTA se-Kabupaten Jepara (Unisnu) 2017.

Diapun aktif di berbagai organisasi. Mulai dari menjadi ketua IPNU PK. MTs Al-Faizin periode 2013/2014, ketua IPNU PK. MA Al-Faizin Periode 2016/2017, pengurus IPNU PR. Desa Guyangan Periode 2018/2020, pengurus IPNU PAC. Kecamatan Bangsri periode 2018/2020, sekretaris IPNU PAKPT Wahab Hasbullah Universitas Negeri Semarang periode 2020/2021, komandan CBP IPNU PKPT Universitas Negeri Semarang periode 2020/2021, serta sekretaris Organisasi Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada Semarang periode 2019/2020. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP