alexametrics
Rabu, 25 Nov 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Dr. Marlock Tebar “Virus” SMK Mbangun Desa

04 November 2020, 14: 49: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMANGAT: Dr. Marlock bersemangat saat memberikan motivasi tentang pendidikan lewat program SMK Mbangun Desa di aula SMK NU Lasem kemarin.

SEMANGAT: Dr. Marlock bersemangat saat memberikan motivasi tentang pendidikan lewat program SMK Mbangun Desa di aula SMK NU Lasem kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdlatul Ulama (NU) Lasem terpilih sebagai pusat SMK Unggulan Nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Atas prestasi itu, kemarin sekolah tersebut disambangi Dr. Marlock seorang inisiator program SMK Mbangun Desa.

Di Lasem, Gus Mar-sapaan akrab Dr. Marlock memberikan motivasi dan pembinaan agar sekolah lebih produktif. Caranya dengan membuat gerakan yang bermanfaat. Menurutnya, SMK itu inves tor di desa. Ketika maju otomatis daerah ikut. Negara sudah siap-siap koordinasi penguatan peran SMK dalam pembangunan desa.

“Program ini akan saya wakafkan ke negara. Diterima langsung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mulai 1 Januari 2021. Saya ingin seluruh Indonesia. Sosialisasi ini bermanfaat seluruh,” kata Dr. Marlock di hadapan semua kepala desa di Lasem, ketua RT dan RW. Forkompinca, guru dan karyawan SMK NU Lasem.

BERSINERGI: Dr Marlock inisiator Program SMK Mbangun Desa foto bersama Kepala SMK NU Lasem, Arif Dimyati saat berkunjung ke sekolahnya, Selasa Lalu.

BERSINERGI: Dr Marlock inisiator Program SMK Mbangun Desa foto bersama Kepala SMK NU Lasem, Arif Dimyati saat berkunjung ke sekolahnya, Selasa Lalu. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Gus Mar yang terkenal sebagai motivator yang peduli dengan pelajar SMK dan aktif dalam Forum Peduli Pendidikan Pelatihan Menengah Kejuaraan Indonesia (FP3MKI) menuturkan situasi saat ini dan pascaCovid-19, butuh sinergi aparat desa dan sekolah bersama membangun pendidikan. Ini agar desa menjalankan program industri. Agar desa kenal dengan teknologi.

Jika SMK ada di Kecamatan akan menyatukan dua undang-undang sistem pendidikan nasional dan desa. Kalau digabung, dahsyatnya pembangunan desa untuk membangun Indonesia.

”Untuk terobosan masa kini dan mendatang. Artinya industri saat ini baru kolaps atau semaput. Seluruh program keahilan SMK mampu berperan penting pembangunan desa. Saya minta pak Arif, kepala SMK NU Lasem supaya kumpulkan kepala sekolah SMK se-Kecamatan. Diajak rembugan bersama mbangun desa. Kepala desa tidak usah malu. Pusat intelektual ada di SMK, guru-gurunya lulusan sarjana,” imbuhnya.

Kepala Sekolah SMK NU Lasem Arif Dimyati menyampaikan dr. Marlock yang hadir sekolahnya merupakan seorang motivator dan inspirator yang konsisten dalam pergerakan SMK Mbangun Desa tingkat nasional.

”SMK NU Lasem sudah dimonitor oleh dr. Marlock. Lewat kegiatan-kegiatan yang pernah kami lakukan. Khususnya lagi tahun 2018 ada penanaman seribu pohon di desa Dasun, Lasem. Foto anak didik SMK Lasem masuk dalam slide Gus Mar untuk sosialisasi depan para tokoh stakeholder pendidikan,” imbuhnya.

Ke depan SMK Lasem dituntut bisa produktif. Menghasilkan produk. Entah buah-buahan, produksi bahan atau makanan lain. Kemudian menggali potensi desa yang ada di Lasem. Nantinya akan dibentuk kerja sama di tanda tangani seluruh kepala desa. “Nanti desa punya potensi apa. SMK punya potensi. InsyaAllah klop. Terus dijalankan,” imbuhnya.

(ks/ali/noe/top/JPR)

 TOP