alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Pesisir Utara Hadapi Ancaman Kerusakan Lingkungan

03 November 2020, 17: 11: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

TANAM MANGROVE: Para peserta sekolah ekologi melakukan aksi tanam mangrove di Pantai Kertomulyo Kecamatan Trangkil Sabtu (31/10) lalu.

TANAM MANGROVE: Para peserta sekolah ekologi melakukan aksi tanam mangrove di Pantai Kertomulyo Kecamatan Trangkil Sabtu (31/10) lalu. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI - Edukasi keberlangsungan ekosistem pantai diberikan kepada para pelajar pecinta alam. Hal itu sebagai upaya membekali mereka agar memiliki kesadaran lingkungan.

Untuk diketahui, sebelum 2015 kondisi pesisir utara Bumi Mina Tani menghadapi ancaman kerusakan lingkungan yang mengkhawatirkan bagi kelangsungan kehidupan pantai. Mulai dari ancaman abrasi, sedimentasi, hingga tangan jahil manusia yang melakukan pelebaran serta membuka lahan tambak baru.

Harsya Fikri, sekretaris Peduli Pantai Utara Pati (PPUP) mengungkapkan kegiatan Sekolah Ekologi yang pertama dilakukan ni diharapkan bisa memberikan pendidikan kepedulian terhadap lingkungan khususnya bagi kalangan pelajar dan masyarakat pada umumnya.

“Bumi bukanlah warisan dari nenek moyang, melainkan titipan dari anak cucu, kurang lebih demikian yang disampaikan pemateri sekolah ekologi,” terang Harsya Fikri kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Hal itu dilakukan untuk mengingatkan kepada generasi muda bahwa generasi saat ini harus bersama-sama menjaga lingkungannya. Sekolah ekologi ini selain memberikan pendidikan kepedulian lingkungan, para peserta juga diajak secara langsung untuk melakukan aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan, seperti menanam bibit mangrove untuk kelestarian alam yang  dipandu oleh para pemuda Pantai Kertomulyo.

“Ini agar membuka pikiran para pecinta alam terutama pelajar agar tidak hanya menikmati alam tapi juga berfikir merawat alam juga. Sebelum 2015 lahan pesisir sangat kritis dan mengkhawatirkan, namun setelah ada gerakan rehabilitasi perlahan mulai pulih kembali. Gerakan ini kami harapkan bisa terus terjaga untuk kelangsungan kelestarian alam,” papar Fikri.

Kegiatan ini diikuti oleh kelompok pelajar yang tergabung dalam komunitas pecinta alam seperti Jejak Pelajar Adventure, Kendeng Adventure, Komunitas Peduli Lingkungan, CBP KPP Kabupaten Pati, dan para pelajar yang tergabung dalam Forum Osis Kabupaten Pati.

Haris Rubiyanto, salah seorang aktivis lingkungan hidup Kabupaten Pati menambahkan, alam yang terdiri dari makhluk hidup dan benda tak hidup ini harus mampu berjalan selaras tanpa saling dilanggar hak-hak hidupnya.

Setiap makhluk berhak hidup aman dan nyaman dan salah satu faktor pendukungnya adalah adanya lingkungan. Hidup tidak akan nyaman jika lingkungannya gersang, sering terjadi bencana banjir, longsor, kumuh yang sering kali diakibatkan oleh perilaku manusia sendiri. Yang kurang memperhatikan kelestarian lingkungan seperti membuang sampah di sembarang tempat, penebangan liar, perburuan satwa liar, penggunaan sumber daya air berlebih untuk keuntungan sendiri, pembukaan lahan hutan lindung dan masih banyak lagi. 

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP