alexametrics
Senin, 18 Jan 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Gus Baha Ajak Hadirin untuk Mudah Bersyukur dan Memiliki Jiwa Memberi

Hartopo Apresiasi peran Santri dan Kiai

02 November 2020, 22: 17: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

AKRAB: Gus Baha memberikan tausiah di pengajian Santri Sehat Indonesia Kuat, Kudus Bersinergi. Plt Bupati Kudus HM. Hartopo dan pejabat forkopimda, pengurus PC NU dan Muhammadiyah Kudus juga hadir dalam acara itu.

AKRAB: Gus Baha memberikan tausiah di pengajian Santri Sehat Indonesia Kuat, Kudus Bersinergi. Plt Bupati Kudus HM. Hartopo dan pejabat forkopimda, pengurus PC NU dan Muhammadiyah Kudus juga hadir dalam acara itu. (DIYAH AYU FITRIANI RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Dalam rangkaian acara peringatan Hari Santri 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar sejumlah rangkaian kegiatan. Mulai dari apel Hari Santri, hingga pengajian terbatas di Pendapa Kabupaten Kudus. Pengajian yang menjadi acara pemungkas peringatan Hari Santri ini menghadirkan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha.

Pengajian yang bertajuk Santri Sehat Indonesia Kuat, Kudus Bersinergi pada Sabtu (31/10) malam itu dihadiri kalangan ulama dan umara. Seperti Plt Bupati Kudus Hartopo, Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma, KH Ulil Albab Arwani, Habib Ali Zainal Abidin, KH. Amin Yasin, KH. Ma'sgum A.K, pengurus PC NU Kudus hingga pengurus daerah Muhammadiyah Kudus.

Dalam sambutanya, Hartopo mengapresiasi peran para santri yang telah berperan cukup besar di masyarakat dan berjuang dalam menjaga kedaulatan NKRI. Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Kudus mengaplikasikan lewat seragam ASN yang dipakai setiap tanggal 23.

(KOMINFO KUDUS FOR RADAR KUDUS)

”Saya mengapresiasi peranan ulama dan santri. Ulama dan santri sangat luar biasa dalam perjuangan kemerdekaan serta memperjuangkan ideologi Pancasila. Sebagai wujud penghargaan itu, setiap bulan kami pakai busana khas santri untuk seragam kerja. Pakai sarung, baju koko putih, dan iket bagi ASN yang pria,” kata Hartopo.

Karena masih masa pandemi Covid-19, dirinya berharap kepada masyarakat agar bisa memaklumi pengajian yang baru bisa digelar terbatas. Meskipun demikian, masyarakat tetap bisa ngaji bareng Gus Baha lewat streaming dengan alamat yang tela disediakan panitia.

”Sedikit titip pesan pada hadirin malam hari ini, karena situasi masih pandemi, maka pada malam ini yang hadir memang dibatasi. Kami harus menjaga apa yang jadi tatanan baru. Boleh berkegiatan tapi harus tetap mematuhi tatanan baru dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku,” ujarnya.

Dalam pengajian malam itu, Gus Baha memberikan kajian kitab Minhajit Thilolibin wa Umdatul Muftin. Sekitar tiga puluh menit, Gus Baha mengupas terkait gerakan salat dalam pandangan fikih.

Namun sebelum masuk ke kajian kitab, Gus Baha mengingatkan para hadirin agar dapat selalu bersyukur dan memiliki jiwa memberi. Sebab, dua hal itu menjadi kunci kebahagiaan dan ketenteraman jiwa. 

(ks/daf/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya