alexametrics
Rabu, 25 Nov 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Karya Siswi SMK di Kudus Tembus 100 Terbaik Nasional

01 November 2020, 10: 36: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

DUA VERSI: Rana Hanun Nabila, siswi SMK NU Banat menunjukkan desain baju karyanya yang masuk 100 terbaik nasional.

DUA VERSI: Rana Hanun Nabila, siswi SMK NU Banat menunjukkan desain baju karyanya yang masuk 100 terbaik nasional. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Karya Rana Hanun Nabila, siswi SMK NU Banat Kudus masuk 100 karya terbaik. Tepatnya pada ajang lomba Indonesia Fashion and Craft Awards (IFCA) 2020. Dia membuat desain baju dengan bahan utama tenun Troso

Karyaq Rana itu diberi nama Jagrta. Artinya membangkitkan budaya lokal. Ada dua desain disesuaikan dengan era pandemi. Dilengkapi dengan masker dengan motif senada dengan pakaian.

”Ini kali kedua saya ikut lomba. Sebelumnya masih duduk dibangku kelas X tapi belum berhasil. Dan, baru ini selangkah lebih maju,” jelasnya.

PAKAI KOMPUTER: Rana Hanun Nabila menyelesaikan desain baju yang dilombakan pada IFCA 2020.

PAKAI KOMPUTER: Rana Hanun Nabila menyelesaikan desain baju yang dilombakan pada IFCA 2020. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

IFCA 2020 diselenggarakn dari Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Bali Creative Industri Center (BCIC). Ajang itu diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan di Indonesia dengan usia di bawah 30 tahun.

Siswi Jurusan Tata Busana SMK NU Banat Kudus ini mengatakan, informasi pendaftaran IFCA 2020 dari sosial media. Hana mengirimkan dua desain, yang dibuatnya melalui aplikasi android MediBang Paint.

”Saya teknik mendesainnya menggunakan Android. Di masa pandemi ini, saya ingin mengembalikan perekonomian normal kembali di sektor lokal dengan bahan tenun Troso. Konsep tidak hanya mengedepankan gaya tetapi juga kearifan lokal. Tak lupa protokol kesehatan, lengkap dengan masker,” terangnya.

Waka Kesiswaan SMK NU Banat Kudus Wilda Amalia Chasana menyatakan, pihak sekolah mendampingi siswinya tersebut untuk bisa melaju ke tujuh besar karya terbaik. Hana mengikut coaching yang nantinya akan dipilih lagi tujuh karya terbaik. Baru nanti bisa tahap produksi.

”Kami memfasilitasi lima anak untuk mendaftar IFCA 2020. Tapi ternyata yang mendaftar mandiri juga banyak, salah satunya Rana Hanun Nabila. Karyanya terpilih 100 besar terbaik. Semoga bisa masuk tujuh besar,” jelasnya. 

(ks/san/lid/top/JPR)

 TOP