alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Anak Berkebutuhan Khusus Jepara Wakili Jawa Tengah di Ajang LKSN

31 Oktober 2020, 13: 53: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

TUNJUKKAN: M Choirul Afif menunjukkan produk stool buatannya dalam lomba LKSN 2020.

TUNJUKKAN: M Choirul Afif menunjukkan produk stool buatannya dalam lomba LKSN 2020. (SLB Negeri Jepara For Radar Kudus)

Share this      

JEPARA – Pelajar dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Jepara M Choirul Afif menjadi perwakilan Provinsi Jawa Tengah di ajang Lomba Keterampilan Siswa Nasional (LKSN) Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) 2020. Pada cabang lomba Kriya Kayu itu, M Choirul mengangkat produk stool (kursi tanpa sandaran).

Lomba LKSN ABK tahun ini secara daring. Penilaian melalui video. Video berisi proses pembuatan kriya kayu dari awal hingga akhir. Selain itu harus pula mengirim hasil karya. ”Untuk video ada juga yang diunggah di Youtube,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Dalam proses pembuatan karya, pelajar tersebut didampingi guru SLB Negeri Jepara Didin R Noryadin. M Choirul Afif memulai dengan membuat pola, memotong bahan, menyekrol, menyetel kursi hingga mengecatnya, sehingga kursi buatannya tampil menarik.

M Choirul menjelaskan, materi lomba pada cabang kriya kayu memang membuat produk stool dari kayu lapis (plywood) ukuran 12 mm. Ketentuannya peserta harus membuat produk sesuai dengan desain yang ditentukan melalui gambar teknik. ”Saya membuatnya menggunakan/aplikasi teknik sambungan kayu dari kayu lapis,” tuturnya.

Dia melanjutkan, teknik pengerjaan menggunakan teknik kerja bangku dan merangkai komponen dengan menggunakan peralatan manual dan semi masinal.

Sementara itu guru SLB Negeri Jepara Didin R Noryadin menambahkan aspek yang dinilai beragam. Mulai dari standar wajib seperti kelengkapan pakaian kerja, kebersihan diri, dan tempat kerja serta perlakuan terhadap alat kerja.

Selain itu, ada pula penilaian aspek keterampilan atau teknis. Yakni mulai dari teknik penggunaan alat dan bahan, tingkat kehalusan pengerjaan, dan tingkat kepresisian. Terakhir ada aspek kreativitas yang meliputi keunikan produk, kebaruan teknik, dan aplikasinya, serta estetika. ”Saat ini kami menunggu hasil penilaian untuk ditingkat nasional. Harapannya bisa mendapatkan hasil terbaik untuk Jepara dan Jawa Tengah,” imbuhnya.

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP