alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan
Penerapan Prokes Ponpes Maslakul Huda, Kajen

Perkuat Imun dengan Berkebun dan Berjemur

30 Oktober 2020, 14: 10: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

OLAHRAGA: Santri Ponpes Maslakul Huda senam bersama pada pagi hari.

OLAHRAGA: Santri Ponpes Maslakul Huda senam bersama pada pagi hari. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI - Pagi olahraga bersama dan berkebun. Sore juga olahraga lagi. Asupan gizi ditambah. Plus vitamin. Interaksi dengan warga luar pondok dibatasi. Bahkan ada satgas khusus yang mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan. Itulah cara Ponpes Maslakul Huda menjaga 602 santri agar tak terinfeksi Covid-19.

Hangat sinar matahari terasa menyengat pagi itu. Masih mengenakan sarung dan peci, M.A.S Murtafa'ul Umam turun ke kebun. Lokasinya berada satu komplek dengan Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen. Santri Ma'had Aly semester v itu memimpin para santri lain untuk berkebun.

Berkebun menjadi salah satu kegiatan baru di masa pandemi ini. Yang ditanam sayuran. Seperti terong, jagung, dan cabai. Beberapa santri terlihat sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ada yang menyirami tanaman, mencabut rumput, dan membuat gundukan tanah. Berkebun itu diinisiasi oleh pengasuh Ponpes Maslakul Huda KH. Abdul Ghaffar Rozin.

Ketua Tim Media Ponpes Maslakul Huda Muhammad Iqbal Arrosyid mengungkapkan, selain penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak, pesantren juga menitikberatkan peningkatan pencegahan. Karena itu sejak awal diputuskan mengembalikan santri ke pondok. Pengurus memperbanyak kegiatan fisik ke dalam program pesantren. Untuk menjaga kesehatan para santri.

”Mulai dari rutin olahraga hingga berkebun. Jadwalnya tiap pagi dan sore. Olahraga biasanya senam di halaman pondok,” terang Iqbal.

Asupan makanan juga telah diatur sedemikian rupa oleh pengelola dapur. Gizi seimbang menjadi perhatian. Pihak pondok juga menjadwalkan pemberian vitamin tambahan setiap beberapa hari sekali.

PENERAPAN PROKES: Santri yang hendak masuk ke komplek Ponpes Maslakul Huda dicek suhu tubuh.

PENERAPAN PROKES: Santri yang hendak masuk ke komplek Ponpes Maslakul Huda dicek suhu tubuh. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Iqbal mengisahkan, semenjak muncul wabah Covid-19 di Indonesia, Pesantren Maslakul Huda secara bertahap memulangkan para santri ke rumah masing-masing. Mulai 18 Maret 2020.

Setelah itu, pihak pesantren membentuk Satgas Pencegahan Covid-19. Sebagai pengawal pencegahan penyebaran virus tersebut. Satgas itu berkoordinasi dan berkonsultasi dengan para ahli dalam merumuskan protokol kesehatan di lingkup pesantren.

Sarana prasarana untuk menunjang protokol kesehatan mulai disiapkan. Termasuk mendirikan posko kesehatan di lingkungan pesantren.

Para santri yang kembali ke pondok wajib karantina selama 14 hari di tempat yang disediakan pengurus. Setelah waktu karantina selesai, petugas dari puskesmas dibantu dari pos kesehatan pesantren (poskontren) setempat memeriksa kondisi para santri. Jika dinyatakan sehat boleh masuk pondok.

”Para santri juga wajib membawa peralatan pribadi seperti, gelas, kotak makan, dan lain sebagainya. Makan di kotaknya masing-masing,” papar Iqbal.

Untuk saat ini, ngaji sudah tatap muka. Hanya pelaksanaannya yang menggunakan protokol kesehatan. Menjaga jarak dan memakai masker.

Disetiap komplek pondok, pengurus juga menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan bilik disinfektan untuk sterilisasi.

PANEN: Santri menunjukkan terong yang ditanam oleh santri di komplek pesantren.

PANEN: Santri menunjukkan terong yang ditanam oleh santri di komplek pesantren. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Untuk menjaga kontak para santri, pengurus juga melarang mereka keluar dari lingkungan pondok. Untuk keperluan jajan dan kebutuhan lain melalui jasa titip (jastip).

”Untuk sekolah di madrasah para santri dikawal pengurus pondok saat berangkat dan pulangnya. Sehingga mereka tetap terkontrol,” terang Iqbal.

Penerapan protokol kesehatan di pesantren juga dipantau secara rutin oleh Dinas Kesehatan Pati. ”Rekomendasi ponpes yang sesuai prokes ada di bagian kesra. Kami di dinas kesehatan bertugas membina poskontren dan Satgas Jogo Santri,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Edi Siswanto.

Pembinaan dilakukan dengan rutin monitoring setiap sepekan sekali dari petugas puskesmas.  Untuk memastikan protokol kesehatan benar-benar dilakukan sesuai dengan prosedur yang tepat. 

(ks/aua/lid/top/JPR)

 TOP