alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara
Mengunjungi Karimunjawa saat New Normal (5)

Belum Ada Angkutan Umum, Keliling Pulau Nyewa Motor

29 Oktober 2020, 12: 07: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

PINTU MASUK: Wisatawan bertolak dari Pelabuhan Karimunjawa ke penginapan.

PINTU MASUK: Wisatawan bertolak dari Pelabuhan Karimunjawa ke penginapan. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KARIMUNJAWA - Bagi wisatawan yang ke Karimunjawa lewat biro wisata, mereka dijemput di pelabuhan. Namun yang tanpa lewat biro jasa, tak ada pilihan selain menyewa sepeda motor. Karena belum ada angkutan umum  yang mangkal di Pelabuhan Karimunjawa.

Long weekend kali ini, jumlah wisatawan yang akan datang ke Karimunjawa bertambah. Kuota wisatawan yang sebelumnya dibatasi 100 per pekan, kini ditambah menjadi 300. Namun pintu masuk ke Karimunjawa baru satu yang dibuka. Yakni dari Pelabuhan Jepara.

Saat ini untuk menuju Kepulauan Karimunjawa, hanya dibuka satu pintu melalui Pelabuhan Jepara. Ada dua kapal yang melayani penyeberangan dari Jepara menuju Karimunjawa dan sebaliknya. Dua kapal itu yakni KMC Express Bahari dan KMP Siginjai.

Baca juga: Kerja Apa Saja Asal Kendile Gak Ngguling

Saat wartawan koran ini bertolak ke Karimunjawa Jumat (23/10) lalu, suasana Pelabuhan Jepara ramai. Puluhan orang hilir mudik di halaman pelabuhan. Di ruang tunggu, juga dipenuhi penumpang yang menunggu jadwal boarding.

Baca juga: Hotel dan Penginapan di Karimunjawa Terbantu Perjalanan Dinas

Di ruang tunggu pelabuhan juga tampak petugas kesehatan yang melayani pemeriksaan rapid test. Saat ini surat rapid test dengan hasil nonreaktif menjadi salah satu syarat dalam pembelian tiket kapal.

Pengelola pelabuhan bekerja sama dengan pihak swasta melayani pemeriksaan bagi calon penumpang kapal yang belum memiliki hasil rapid test. Biayanya Rp 150 ribu. Surat rapid test tersebut berlaku untuk 14 hari.

Di masa pandemi saat ini, pemeriksaan di pelabuhan cukup ketat. Pada KMC Express Bahari penumpang harus menunjukkan tiket kapal lengkap dengan kartu identitas dan surat hasil rapid test. Sebelum masuk ke kapal, penumpang akan melewati dua pemeriksaan. Di pintu kedua, petugas juga menyemprotkan cairan hand sanitizer pada tangan penumpang.

Kondisi di dalam kapa juga berbeda. Jumlah penumpang dibatasi. Kapal hanya boleh membawa 50 persen penumpang dari daya tampung maksimal. Kursi-kursi diberi jarak. Kursi yang tidak boleh diduduki penumpang diberi tanda silang.

Setibanya di Pelabuhan Karimunjawa juga ketat. Penumpang yang baru keluar dari kapal dicek suhunya dan diminta mengenakan hand sanitizer. Ada dua petugas yang melakukan pemeriksaan tersebut.

Sampai saat ini di Karimunjawa belum ada angkutan umum. Tak ada pula ojek dan sejenisnya. Wisatawan yang tiba di Pelabuhan Karimunjawa biasanya dijemput dengan kendaraan pribadi oleh biro wisata.

Begitu pula ketika akan berkeliling wisata darat. Wisatawan diantar oleh guide dengan kendaraan pribadi. Bagi yang datang sendiri tanpa menggunakan jasa biro wisata, bisa menggunakan sepeda motor yang disewakan warga. Per hari Rp 70 ribu.

Salah satu wisatawan asal Jakarta, Riky mengatakan, dia datang ke Karimunjawa dengan mengikuti paket wisata dari salah satu biro perjalanan di Karimunjawa. Saat tiba di pelabuhan, dia dijemput menggunakan sepeda motor.

Begitu juga saat berkeliling di hari pertama, dia bersama salah satu pemandu wisata berkeliling menggunakan sepeda motor. ”Saya ke salah satu pantai di wilayah Kemojan. Naik motor dengan guide karena kebetulan saya hanya sendiri. Kalau hari kedua, saya ikut tour laut,” ujarnya.

Ketua Perkumpulan Biro Wisata Karimunjawa Arif Setiawan menyatakan, setelah sebelumnya hanya dibatasi 100 wisatawan, saat ini jumlah wisatawan sudah dinaikkan menjadi 300 orang per pekan. ”Ini berdasarkan hasil evaluasi dari Pemprov Jateng Senin (26/10) lalu,” ungkapnya. 

(ks/emy/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya