alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara
Mengunjungi Karimunjawa saat New Normal (3)

Kerja Apa Saja Asal Kendile Gak Ngguling

27 Oktober 2020, 15: 07: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

MELAUT: Nelayan Karimunjawa hendak melabuhkan perahu di Pelabuhan Rakyat Karimunjawa usai melaut Sabtu (24/10) pagi.

MELAUT: Nelayan Karimunjawa hendak melabuhkan perahu di Pelabuhan Rakyat Karimunjawa usai melaut Sabtu (24/10) pagi. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KARIMUNJAWA - Aktivitas yang sempat off selama tujuh bulan lantaran pandemi Covid-19 benar-benar dirasakan masyarakat Karimunjawa. Mereka bertahan hidup dengan beralih pekerjaan. Ada yang kembali melaut, buka angkringan, hingga ada pula yang kerja serabutan lainnya. Mereka kerja apa saja, asal kendile gak ngguling.

Sabtu sore itu (24/10) pariwisata berkumpul di Pantai Bobby, salah satu pantai favorit di Karimunjawa. Ada supir yang mengantarkan tamunya. Ada juga guide yang sedang menemani tamu menikmati keindahan pantai itu. Tak ketinggalan pemilik biro wisata yang juga mendampingi wisatawan.

Wajah mereka semringah. Sembari menikmati makanan dan minuman di Pantai Bobby mereka bertukar cerita tentang tamu-tamunya. ”Ini pertama kali saya dapat tamu setelah tujuh bulan tutup,” kata Hasanuddin, pemilik biro wisata Karimunjawa.

Dia melanjutkan, sebenarnya sudah banyak wisatawan yang menghubungi dirinya dua bulan terakhir. Hanya saja, banyak yang kemudian memilih membatalkan trip lantaran aktivitas wisata masih dibuka terbatas.

”Ada yang hampir deal kemudian membatalkan karena harus pakai rapid test. Ada juga yang batal karena anak-anak belum bisa masuk ke sini padahal rencana datang satu keluarga,” tuturnya.

Karena berulangkali tak deal, Hasanuddin bahkan berujar dia akan bancakan ketika ada trip wisata yang deal. ”Akhirnya hari ini saya penuhi. Saya bancakan bubur merah putih di rumah,” katanya sembari tertawa.

Cerita berbeda diungkapkan Syukur, 35, warga RT 4/RW 3, Desa Karimunjawa, yang sehari-hari berprofesi sebagai supir mobil wisata. ”Sebelum ada Covid-19, akhir pekan wara-wiri antar jemput wisatawan. Ditelepon sana sini sampai nolak-nolak. Saat tiba-tiba wisata off tentu kaget,” tuturnya.

Laki-laki yang berprofesi supir wisata sebagai pekerjaan utama sejak 2014 lalu ini, mengaku bekerja serabutan untuk memenuhi tanggung jawab sebagai kepala keluarga. ”Karena saya seorang kepala keluarga ya harus cari solusi,” katanya.

Dia mengaku terpaksa ikut melaut mencari ikan. Dia yang tidak memiliki keahlian melaut belajar dari awal. ”Kalau tidak terpaksa ya tidak mau. Tapi bagaimana lagi asal kendil gak ngguling,” ungkapnya.

Syukur melaut dengan ikut serta di kapal nelayan lain. ”Ikut mancing dengan nelayan lain,” ungkapnya.

Selain melaut, dia juga mengaku bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhannya. ”Kalau ada tetangga yang butuh tenaga, saya mau kerjakan apa saja. Serabutan lah, Mbk,” tuturnya.

Karenanya, dia mengaku sangat bersyukur ketika pariwisata di Karimunjawa mulai dibuka kembali. ”Sangat bersyukur, harapan kami kuota wisatawan bisa terus ditingkatkan,” katanya.

Warga Desa Karimunjawa lainnya, Sholikin yang biasanya menyewakan perahu untuk wisata menyatakan, tujuh bulan terakhir dia kembali memanfaatkan kapalnya untuk melaut mencari ikan. ”Dulu lebih banyak untuk wisata kapalnya, sekarang ini ya lebih banyak mancing. Tadi pagi saya baru pulang mancing, terus lanjut antar wisata ini,” katanya Sabtu (24/10) siang.

Saat mencari ikan, dia mengaku melaut seorang diri. Dia lebih sering berangkat sore dan pulang pagi. Hasil tangkapan ikannya dijual ke pengepul. ”Saat ini baru musim cumi, tongkol, dan tenggiri,” tuturnya.

Saat ini ketika aktivitas wisata kembali dibuka, dia berharap, kondisi akan kembali normal. ”Seperti dulu, kapal saya banyak disewa untuk antar wisatawan,” harapnya.

Jika melayani wisatawan berkeliling, Sholikin mengaku bisa mengantongi Rp 400 hingga Rp 600 ribu per harinya. ”Kalau orangnya sedikit paling Rp 400 ribu, tapi kalau full ya bisa Rp 600 ribu,” ungkapnya.

Dulunya saat sering digunakan untuk mengantar wisata, dia rutin merawat kapal khususnya mencuci dan mengecat ulang. ”Cat bisa tiga kali setahun, tapi ini belum saya cat dari awal tahun, tidak ada pemasukan,” imbuhnya.

Ada pula warga yang membuka usaha lain untuk menyambung hidup. Warga Desa Karimunjawa, Obed mengatakan, sejak awal tahun baru bulan ini dia membuka kembali trip wisatanya. ”Awal tahun Januari dan Februari cuaca buruk. Maret baru mau buka trip malah ada pandemi,” ungkapnya.

Bagi dirinya yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata, kondisi tersebut cukup sulit. Dia yang sebelumnya juga menyediakan homestay bagi wisatawan, tak ada pemasukan. ”Kalau saya ya buka usaha kecil-kecilan, angkringan," tuturnya.

Obed menjelaskan, sebenarnya dia buka angkringan jauh sebelum ada pandemi. Namun saat itu dia memutuskan untuk tetap fokus ke usaha pariwisata. ”Lalu Maret ada pandemi aktivitas benar-benar off sehingga pada April memutuskan untuk membuka kembali angkringan ini,” ungkapnya.

Dikatakan Obed, hasil usahanya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. ”Lumayan daripada tidak ada pemasukan,” jelasnya.

Di luar upaya warga untuk memenuhi kebutuhan hidup, pihak pemerintah juga memastikan stok bahan pangan tersedia. Camat Karimunjawa, Nur Sholeh mengatakan, selama pandemi tak ada kendala untuk stok pangan masyarakat. ”Karena kapal Siginjai masih jalan rutin. Di sini yang susah itu kalau musim baratan dan kapal tidak jalan,” ungkapnya.

Untuk stok sembako, Nur Sholeh menuturkan, saat ini pihaknya juga memiliki gudang pangan di komplek Pasar Karimunjawa. ”Di sana stok pangan masyarakat disimpan. Jadi tidak sampai ada kekurangan atau kesulitan bahan pangan,” jelasnya.

Begitu juga untuk gas elpiji dan BBM. Saat ini penyalurannya masih lancar. ”Tidak ada kendala, kalau gas elpiji ada kapal nelayan yang khusus mengangkut dari Jepara ke Karimunjawa. Kalau BBM dengan kapal khusus. Jadi aman tidak ada masalah selama pandemi, masih seperti biasanya saja. karena yang off kan hanya wisatanya untuk aktivitas yang lain masih berjalan seperti biasa,” pungkasnya.

(ks/zen/emy/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya