alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Pemprov Jateng Bangun E-Commerce Produk UKM

Hari Pertama Pameran, Transaksi Rp 1,68 M

26 Oktober 2020, 13: 20: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

UKM VIRTUAL EXPO: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membuka UMKM Virtual Expo di kantor Dinkop UKM Jateng kemarin.

UKM VIRTUAL EXPO: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membuka UMKM Virtual Expo di kantor Dinkop UKM Jateng kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Share this      

SEMARANG – Tingginya antusiasme pelaku UKM Jateng dalam mengikuti UKM Virtual Expo, mendorong Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk membentuk wadah e-commerce. Yakni, portal khusus penjualan produk UKM secara digital untuk memacu pertumbuhan UKM.

”UKM Virtual Expo baru digelar sehari sudah ada transaksi Rp 1 miliar lebih. Artinya mau tidak mau, cara jualan produk UKM harus secara virtual,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di sela membuka UKM Virtual Expo di kantor Dinas Koperasi (Dinkop) dan UKM Jateng kemarin.

Diakui, persoalannya saat ini masih banyak pelaku UKM di Jateng yang belum melek dunia digital. Hal ini, mendorong pemprov lebih giat mendampingi pelaku UKM. Khususnya dalam pemasaran produk secara virtual. Karenanya, perlu infrastruktur penjualan produk, berupa e-commerce.

”Pernah ada yang mengeluh karena jualan menggunakan sistem digital handphone, pelaku UMKM mati. Makanya UKM harus terus beradaptasi, agar melek digital,” ujarnya.

Selain itu, hingga saat ini masih banyak yang belum paham berkomunikasi dengan bahasa asing. Ada pelaku UKM yang saat ekspo direspon masyarakat luar negeri. Namun tak bisa berkomunikasi, karena keterbatasan kemampuan bahasa asing. ”Dengan transaksi penjualan yang sangat baik dan temuan berbagai permasalahan di pembukaan ekspo ini, semakin meyakinkan kami membuka wadah e-commerce,” katanya.

Nantinya pengelola e-commerce atau wadah penjualan produk UKM akan dikomandoi Pemprov Jateng. Pelaku UKM hanya menyetor data produk beserta harga. Penyalurannya akan dilakukan pengelola e-commerce dari pemprov.

Kepala Dinkop UKM Jateng Ema Rachmawati menuturkan, wadah penjualan produk UKM ini, masih didiskusikan dengan tim. Kendati begitu, pihaknya menyambut gembira. Sebab, animo masyarakat terhadap UKM Virtual Expo sangat tinggi. Sangat disayangkan apabila keberhasilan dalam penjualan produk UKM secara virtual ini, diputus tengah jalan. ”Karenanya nanti kami diskusikan, agar tidak putus, sehingga ada wadah. Dinas tak mencari provit, namun membantu menjualkan,” tuturnya.

Menurutnya, sejak bisa diakses pada 20 Oktober lalu, setidaknya sudah ada Rp 1,68 miliar transaksi melalui portal www.ukmvirtualexpo.com yang diinisiasi Dinas Koperasi dan UMKM. Jumlah itu, belum termasuk transaksi pesanan.

”UKM Virtual Expo ini, digelar tiga hari, 25-27 Oktober. Sasarannya usaha mikro kecil. Kalau yang menengah sudah terbiasa dengan teknologi, yang kecil ini butuh kami dampingi,” kata Ema di Studio Mini UVO 2020, aula Kantor Dinkop UKM Provinsi Jateng kemarin.

Dia mengaku, pada awal diumumkan UKM Virtual Expo, setidaknya ada 102 pengusaha mikro kecil yang turut serta dengan total produk yang dipasarkan 400-an produk. Namun, hingga 24 Oktober jumlah produk yang dipamerkan sudah berkembang dua kali lipat, 910 produk. Penjualan mencapai Rp 1,68 miliar. ”Itu yang serius beli. 400 produk awal itu sudah laku. Nilainya mencapai Rp 1,68 miliar. Itu belum yang transaksi order dan totalnya sudah Rp 1,2 miliar. Jadi, total transaksi Rp 2,88 miliar,” tegasnya.

Ema mengatakan, dari ekspo ini pembeli dari produk-produk yang dipamerkan bahkan sudah mencapai internasional. Mulai dari Turki, India, Singapura, hingga Australia. ”Untuk mendukung ini, kami akan me-launching kanal Youtube ”Rumah Inspirasi Koperasi UKM atau Riku”. Untuk bantu unboxing sampai bincang santai terkait dengan UKM,” tandasnya.

Sebagai informasi, UKM Virtual Expo ini bertujuan percepatan pemulihan perekonomian daerah. Khususnya bagi koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (KUKM). UKM Virtual Expo akan digelar 25-27 Oktober mendatang.

Beberapa fasilitas yang didapatkan bagi KUKM yang mengikuti ekpo ini, di antaranya para peserta tak dipungut biaya dan produk ditawarkan berkesempatan dilihat masyarakat di seluruh dunia. Sedangkan, bagi masyarakat yang bergabung dalam UKM Virtual Expo ini, bisa mendapatkan free ongkir selama kegiatan dan ada doorprize.

Dalam kesempatan ini, Ganjar juga berbincang bisnis dengan tema ”Intervensi Pemprov Jateng kepada UMKM di Era Pandemi dan New Normal.” Dia berbincang dengan Helmy Yahya, Dirut Bank Jateng Supriyatno, dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jateng Sukowardoyo.

Ada sesi khusus di mana Ganjar menjual secara online produk UKM. Seperti kopi, jersey, gitar, dan lukisan. Saat dipromosikan Ganjar, sejumlah produk langsung terjual. Bahkan, ada pembeli yang berasal dari Madiun dan Bekasi. Untuk mereka, Ganjar memberi gratis ongkir untuk pembelian kopi dan jersey motif lurik. ”Gitar ini buatan tangan dan terbuat dari kayu mahoni. Harganya Rp 500 ribu saja, silakan siapa mau beli,” ujar Ganjar.

Tak disangka, Helmy Yahya yang duduk memperhatikan di sisi ruangan langsung mengacungkan tangan dan mengaku berniat membeli gitar itu. ”Wah ini bagus. Gitar buatan UMKM dibeli Helmy Yahya. Saya kasih gratis ongkir,” kelakar Ganjar. (ewb/kom/ida)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya