alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik

Bertemu Para Pembatik, Srikadi Harno-Bayu Dibikin Terharu

26 Oktober 2020, 10: 39: 14 WIB | editor : Ali Mustofa

MEMBATIK: Srikandi paslon nomor urut satu Harno-Bayu, Musringah dan Vivit Dinarini Atnasari Andriyanto membatik saat menyapa para perajin batik lasem kemarin.

MEMBATIK: Srikandi paslon nomor urut satu Harno-Bayu, Musringah dan Vivit Dinarini Atnasari Andriyanto membatik saat menyapa para perajin batik lasem kemarin. (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Srikandi Harno-Bayu, sekaligus istri paslon nomor urut satu Musringah-Vivit Dinarini Atnasari Bayu Andriyanto dibuat terharu perajin batik tulis lasem. Kenapa tidak?, di tengah lesunya perekonomian, para perajin batik tetap semangat dalam berkarya dan berinovasi. Tak hanya itu, di sela-sela acara Musringah dan Vivit diberikan kejutan dengan kado batik tulis lasem oleh perajin.

Musringah dan Vivit menyempatkan berkunjung ke beberapa rumah produksi batik. Mengawali kunjungan di batik Purnomo, di Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem. Di lokasi itu disambut antusias oleh para pengrajin, bahkan mendapatkan kado.

”Hari ini, kami sengaja berkunjung ke perajin batik lasem. Kami ingin berbincang-bincang. Sebab pandemi Covid-19 ini sempat membuat para pengrajin down," kata Vivit, istri dari cawabup Bayu Andriyanto.

Ternyata benar, dampak covid memang sempat memukul usaha mereka bahkan hingga turun 50 persen. Bahkan, hingga membuat mereka merumahkan sebagian karyawannya. “Melewati kondisi pandemi memang tak gampang. Kami sangat bangga dengan para perajin batik tulis lasem. Sebab di tegah masa sulit saat ini, bisa bertahan dan tetap semangat dalam berkarya dan berinovasi,” ungkapnya.

Vivit merasa terharu. Selepas berdialog bersama dengan istri dari calon Bupati Harno, mendapatkan kado dari salah seorang pengrajin batik. Hadiahnya selembar kain batik, motifnya  khas Lasem.

”Bukan soal nominalnya, tapi niat dari pengrajin ini yang sungguh bikin terharu. Mendapat hadiah selembar kain batik, motif khas Lasem. Terima kasih banyak," ungkapnya.

Salah satu pengrajin batik Gustaf Nicolas Purnomo saat berdialog bersama Musringah - Vivit mengakui kondisi menurunnya produksi batik saat pandemi. Penurunannya sampai 50 persen. Bahkan sempat merumahkan karyawannya.

" Ke depan harapan kami memang pemerintah memberikan perhatian lebih kepada kami (para pengrajin batik di Rembang). Kami berharap pak Harno dan pak Bayu ini yang dapat mengemban amanah ini," ungkapnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya