alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik

Paslon Nomor Urut 2 Hafidz-Hanies Programkan Modernisasi Pasar

26 Oktober 2020, 10: 33: 00 WIB | editor : Ali Mustofa

KOMPAK: Paslon nomor urut 2 Hafidz-Hanies melihat kebun rakyat selepas mengikuti senam bersama simpatisan baru-baru ini.

KOMPAK: Paslon nomor urut 2 Hafidz-Hanies melihat kebun rakyat selepas mengikuti senam bersama simpatisan baru-baru ini. (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz - Mochamad Hanies Cholil Barro' (Hafidz - Hanies) memprogramkan peningkatan tata kelola dan sarana prasarana pasar tradisional. Program modernisasi pasar ini, menurut Abdul Hafidz, karena pasar tradisional butuh sentuhan strategis agar daya saing meningkat.

"Karena peran pasar tradisional yang strategis, maka diperlukan upaya-upaya dalam rangka meningkatkan daya saing pasar tradisional," katanya.

Ia mengatakan, pasar tradisional identik dengan sebuah lokasi perdagangan yang kumuh, semrawut, kotor, dan merupakan sumber kemacetan lalu lintas.

"Citra pasar tradisional yang kurang baik tersebut sudah semestinya mendapat perhatian yang cukup besar karena di dalamnya terkait dengan hajat hidup orang banyak," terangnya.

Calon bupati bernomor urut 2 ini menegaskan, pembenahan melalui modernisasi pasar tradisional sehingga menjadi tempat belanja yang bercitra positif adalah tantangan.

"Modernisasi pasar merupakan tantangan yang cukup berat, tetapi perlu diupayakan sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik," tegasnya.

Hafidz mengakui, modernisasi bukan satu-satunya solusi, karena peningkatan fungsi dan daya tarik pasar tradisional bisa dilakukan dalam bentuk lain.

"Modernisasi ini tidak hanya berkaitan dengan perbaikian secara fisik, tetapi juga pembinaan dalam tata kelola dan perilaku pedagang pasar. Tingkat kenyamanan, keamanan, kebersihan, dan ketertiban menjadi terpelihara dengan baik," ujarnya.

Gus Hanies menambahkan, peningkatan tata kelola serta sarana dan prasarana pasar tradisional, perlu diupayakan antara lain agar tempat transaksi itu tidak terus terkesan kumuh.

"Pasar tradisional yang kita miliki saat sekarang, selain kumuh, kotor, dan semrawut, juga jadi biang kemacetan lalu lintas. Jalan di kawasan pasar, mestinya lebih lebar. Lahan pasarnya juga mesti lebih tinggi dari badan jalan dan penataan drainasenya baik, untuk memastikan tidak adanya genangan air di pasar," katanya. 

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya