alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik
Cara Dua Paslon jaga Stamina saat Kampanye

Jadwal Blusukan Dibatasi, Tiga Hari Sekali Cek Dokter

25 Oktober 2020, 23: 00: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

MOBILITAS TINGGI: Paslon nomor urut satu Harno-Bayu saat menyapa simpatisannya dari sejumlah komunitas di Kota Garam belum lama ini. Keduanya juga menerapkan prokes Covid-19.

MOBILITAS TINGGI: Paslon nomor urut satu Harno-Bayu saat menyapa simpatisannya dari sejumlah komunitas di Kota Garam belum lama ini. Keduanya juga menerapkan prokes Covid-19. (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tengah Pandemi Covid-19 tak gampang. Para pasangan calon (paslon) dihadapkan dengan kondisi yang sulit, karena serba dibatasi. Mulai, singkatnya waktu kampanye hingga pembatasan menggelar kampanye terbuka. Tak hanya itu, mereka juga rentan terkena atau bahkan menularkan korona, karena aktivitas di luar sangat berisiko tinggi.

Sudah 30 hari kampanye pilkada berjalan. Dua kontestan pilkada Rembang nomor urut satu Harno-Bayu dan nomor urut dua Hafidz-Hanies mereka dihadapkan dengan jadwal yang ketat. Mereka pun dituntut harus pintar-pintar mengatur jadwal dengan baik, agar stamina dan kesehatan mereka tetap terjaga. Pembatasan agenda diperhitungkan. Termasuk harus cek kesehatan secara rutin pun terpaksa harus dilakukan, demi menerapkan protokol kesehatan saat Pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Juru bicara tim pemenangan paslon nomor urut satu Harno-Bayu, Dumadiyono menyampaikan terkait kesehatan paslon nomor satu memang harus dijaga. Untuk itu tim, telah mengatur jadwal kampanye dari Oktober hingga Desember mendatang. “Durasi kampanye masih 1,5 bulan. Agar paslon tak terforsir langkahnya memang harus koordinasi dan konsolidasi di lapangan secara berkala. Alhamdulillah, dengan job dan penjadwalan yang baik Pak Haron dan Mas Bayu tetap vit. Kami juga punya mesin politik, mereka bisa mengurangi aktivitas paslon ke bawah,” terangnya.

JAGA JARAK: Paslon nomor urut dua Hafidz didampingi Zaimul Umam (Gus Umam) selaku Ketua Tim Sukses Hafidz-Haniez menerapkan prokes Covid-19 saat kampanye tatap muka.

JAGA JARAK: Paslon nomor urut dua Hafidz didampingi Zaimul Umam (Gus Umam) selaku Ketua Tim Sukses Hafidz-Haniez menerapkan prokes Covid-19 saat kampanye tatap muka. (DOK. RADAR KUDUS)

”Tidak harus pak Harno maupun Pak Bayu. Tetapi juga istri semua kompak turun ke bawah dengan prokes yang ketat,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku aktivitas Harno-Bayu memang tinggi. Namun mereka disiplin ketat dan menerapkan istirahat cukup. ”Untuk dokter khusus tidak ada. Cuma kalau dokter keluarga beliau berdua sudah mempunyai. Setiap saat, waktu dirasa kurang sehat stanby,” imbuhnya.

Demikian juga paslon nomor urut dua mereka juga menera hal yang sama. Bedanya Tim Pemenangan Paslon nomor urut dua,  sudah menjadwal calon bupati dan wakil bupati pembagian zona. Hal ini sudah  sebulan kampanye pilkada berjalan. Terhitung tanggal 26 September sampai 25 Oktober.

”Sudah di jadwal. Dibagi tiap wilayah, rolingan. Bisa tiga hari sekali. Misalnya wilayah barat calon bupati, nanti wakil bupati mewakili yang timur begitupun sebaliknya,” ungkapnya Gus Umam selaku Ketua Tim Pemenangan Hafidz-Hanies kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Ia juga mematikan paslon nomor urut dua sangat disiplin prokes Covid-19. Mulai pertemuan dibatasi. Sesuai peraturan PKPU 13 tahun 2020 hanya maksimal 50 orang. Calon yang mendampingi tim sukses kabupaten.

“Satu hari pertemuan tiga sampai empat kali. Supaya kondisi calon tetap fit. Begitupun saat di rumah. Bisa menerima tamu, namun dibatasi. Calon harus istirahat sesuai saran medis. Untuk menjaga kesehatan pukul 23.00 atau maksimal sampai 24.00. Kami juga siapkan tim medis. Untuk memantau kesehatan beliau. Mulai pemberian suplemen vitamin dan hal sebagainya. Untuk menjaga imun paslon diperiksa tiga atau empat hari berkala. Untuk dilakukan kunjungan oleh dokter,” jelasnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP