alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik

Para Calon Pilkada Rembang Lolos Jerat Pidana Pemilihan

Kasus Dugaan Pelanggaran Kampanye

24 Oktober 2020, 16: 38: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

Para Calon Pilkada Rembang Lolos Jerat Pidana Pemilihan

REMBANG - Kasus dugaan pelanggaran pilkada para calon bupati dan wakil bupati resmi dihentikan. Bawaslu bersama sentra Gakkumdu menyimpulkan perkara ini tak memenuhi unsur tindak pidana pemilihan.

Sebelumnya, Bawaslu menangani dua perkara. Dari Paslon 01, Harno dan Bayu Andriyanto sudah memenuhi panggilan untuk klarifikasi dugaan kampanye di salah satu tempat ibadah di wilayah  Kaliori. Calon bupati nomor urut 02 Abdul Hafidz juga dipanggil dengan kasus dugaan berkampanye di salah satu tempat pendidikan di Sarang.

Ketua Bawaslu Rembang Totok Suparyanto menyampaikan pada kasus Harno dan Bayu, pihaknya sudah meminta keterangan saksi ahli yang menyebutkan bahwa lokasi itu adalah tempat ibadah. Setelah dibahas bersama Gakkumdu, bedasarkan hasil kajian itu, pihaknya menyimpulkan kegiatan yang dimaksud tidak memenuhi unsur tindak pidana pemilihan.

Pada kasus Abdul Hafidz, juga sudah dinyatakan bahwa lokasi itu merupakan tempat pendidikan. Bawaslu Bersama Gakkumdu mengkaji atas peristiwa hukum yang diperoleh dari pengumpulan barang bukti. Sebagaimana kasus Harno-Bayu, dalam perkara ini juga dinyatakan tidak memenuhi unsur tindak pidana pemilihan.

Disinggung terkait bukti video yang beredar, Totok menjelaskan, itu bukan merupakan rekaman yang utuh. Terkait kronologi kejadian, kata Totok, pada awalnya Abdul Hafidz mendapatkan informasi ada salah satu warga miskin yang belum mendapat bantuan. Hafidz pun mengunjunginya. Dan, lokasinya berdekatan dengan sekolah. Sehingga lokasi parkir kendaraan juga berdekatan dengan PAUD tempat ia bicara itu.

Di PAUD tersebut sedang ada acara sosialisasi. Karena ruangan tidak mencukupi, sehingga ada peserta yang di luar. Orang-orang yang di luar itulah yang kemudian menyapa Abdul Hafidz saat hendak pulang dari kunjungannya.

Hafidz pun ditarik masuk. Ketika sudah di dalam, Ia diminta memberikan sepatah kata. Kemudian bercerita tentang kunjungannya ke warga miskin yang belum pernah mendapat bantuan tadi. Lantas, Hafidz menjelaskan tentang jenis-jenis bantuan dari pemerintah. Dan merinci tentang apa yang didapat dari bantuan itu. Seperti bahan-bahan makanan yang sebagaimana diucapkan Hafidz dalam video yang beredar itu.

”Dan di ujung kalimat itu, beliau (Abdul Hafidz,Red) mengatakan nanti kalau dapat uang ya diterima. Maksudnya, kalau dapat bantuan sosial itu ya diterima saja,” jelas Totok.

”Cuma di kalimat yang lain secara spontan gojek (bercanda) menambahi tapi nyoblosnya tetep pak…, dihentikan. Dan kalimat itu disahut (oleh beberapa warga yang datang) dengan: (kalimat) Pak Hafidz,” jelas Totok menirukan kalimat-kalimat yang ada dalam video itu. 

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya