alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Tekan Peredaran Rokok Ilegal, KPPBC Tipe Madya Kudus Resmikan KIHT

23 Oktober 2020, 14: 52: 57 WIB | editor : Ali Mustofa

RESMIKAN KIHT: KPPBC Tipe Madya Kudus bersama  Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY Padmoyo Tri Wikanto, Plt Bupati Kudus Hartopo, anggota DPR RI Komisi XI Musthofa meresmikan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Kudus kemarin.

RESMIKAN KIHT: KPPBC Tipe Madya Kudus bersama  Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY Padmoyo Tri Wikanto, Plt Bupati Kudus Hartopo, anggota DPR RI Komisi XI Musthofa meresmikan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Kudus kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus meresmikan kawasan industri hasil tembakau (KIHT) kemarin. Tujuannya untuk menekan peredaran rokok ilegal.

KIHT berlokasi di jalan Lingkar Timur No. 216, Desa Megawon, Kecamatan Jati.

Pada agenda peresmian tersebut, dihadiri Plt Bupati Kudus Hartopo, anggota DPR RI Komisi XI Musthofa, dan Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY Padmoyo Tri Wikanto.

Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus Gatot Sugeng Wibowo mengatakan, dibukanya KIHT ini diharapkan bisa mengatasi peredaran rokok ilegal. Pihaknya membina industri kecil menengah, sekaligus bisa mengoptimalkan penggunaan dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT).

”Ini akan memudahkan pelaksanan asistensi dan pengawasan, serta menumbuhkan industri,” katanya.

KIHT, kata Gatot, kawasan yang dilengakapi beberapa fasilitas pendukung. Salah satunya mesin pemproduksi rokok filter atau sigaret rokok mesin (SKM). Manfaat lainnya menampung pengusaha pabrik dengan skala industri kecil dan menengah. Juga bagi mereka yang memiliki kendala syarat minimal luasan pabrik. Hal ini diatur di dalam PMK-200/PMK.04/2008 yakni 200 meter persegi.

Di samping itu, terdapat kemudahan untuk kerja sama pelintingan dan memperoleh penundaan pembayaran cukai hingga 90 hari.

Plt Bupati Kudus Hartopo mengapresiasi peresmian KIHT ini. Langkah ini bisa menekan peredaran rokok ilegal. Telebih bisa menumbuhkan perekonomian. Sekaligus bisa menyerap tenaga kerja.

”Saya harapkan para pelaku industrusi kecil bisa bergabung. Sekarang di KIHT bisa memproduksi rokok filter,” katanya.

Semantara itu anggota DPR RI Komisi XI Musthofa mengatakan, adanya KIHT akan mempermudah pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pihaknya akan memfasilitasi DBH CHT supaya bisa bermanfaat secara tepat untuk Kota Kudus.

Selain meresmikan KIHT, Bea Cukai Kudus melakukan pemusnahan rokok ilegal. Ada sebanyak 6,5 juta batang rokok ilegal. Untuk beratnya sebanyak 11 ton. 15 buah alat pemanas, 4.579 pita cukai yang diduga palsu. Diperkirakan nilai barangnya Rp 5,087 miliar, sedangkan potensi kerugian negara Rp 3,080 miliar.

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya