alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Khotmil Quran Serentak dari Pondok Masing-Masing

22 Oktober 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

KHUSYUK: Santri Ponpes Al Muayyad Al Maliky mengikuti khataman Quran dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) kemarin.

KHUSYUK: Santri Ponpes Al Muayyad Al Maliky mengikuti khataman Quran dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) kemarin. (PONPES AL MUAYYAD AL MALIKY FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Hari Santri Nasional (HSN) 2020 di Kudus tanpa perayaan. Namun tetap ada kegiatan. Seperti khotmil Quran secara virtual dan doa bersama. Santri di 114 ponpes di Kudus khataman di pondok masing-masing.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kudus Akhmad Mundakir, melalui Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Sulthon menjelaskan, HSN tahun ini diperingati secara sederhana dan khidmat.

TERAPKAN PROKES: Santri di salah satu pesantren mengenakan masker dan jaga jarak saat mengikuti kegiatan.

TERAPKAN PROKES: Santri di salah satu pesantren mengenakan masker dan jaga jarak saat mengikuti kegiatan. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Kemarin (21/10) pondok melaksanakan khotmil Quran serentak se-Jawa Tengah. Dengan jumlah peserta mencapai 99.999 santri. Target mengkhatamkan sebanyak 3.333 Alquran.

”Kalau di Kudus, sekitar 3.204 santri yang mengikuti kegiatan ini. Disiarkan secara virtual se-Jateng. Dimulai hari ini (kemarin, Red) pukul 07.00 hingga pukul 12.00. Malamnya, ada doa bersama,” terangnya.

Dia menambahkan, kegiatan itu untuk mendoakan masyarakat Indonesia, khususnya Kudus. Agar senantiasa diberi kekuatan dan keselamatan. Tak lupa doa, agar pandemi segera berlalu.

Salah satu Pondok Pesantren Al Muayyad Al Maliky, menggelar khotmil Quran santri putra dan putri sebanyak 100, mulai pukul 07.00 hingga pukul 12.00.

Syaifuddin Najib, pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad Al Maliky menjelaskan, ada 100 santri putra dan putri di pondoknya yang ikut khotmil Quran. Malamnya kegiatan istigasah dan pemutaran film berjudul Cahaya di Kampung Surga.

”Mengisahkan cerita pesantren dan para santri. Ya, memberikan edukasi kehidupan di pesantren dan setelah keluar pondok,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Plt Bupati Kudus Hartopo mengatakan, pada HSN 22 Oktober tidak ada kegiatan perayaan. Hanya apel pagi. ”Ngaji bersama disiarkan secara virtual sangat bagus, artinya mematuhi protokol kesehatan. Masa pandemi HSN kali ini tidak ada perayaan apa-apa. Kalaupun ada kegiatan di lingkungan pondok masing-masing,” ungkapnya.

Terkait pondok pesantren kondisi di Kudus tergolong aman. Santri diperketat, tidak diperkenankan keluar masuk pondok. Dengan doa para santri, Hartopo berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. 

(ks/san/lid/top/JPR)

 TOP