alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik

Dinilai Langgar Aturan Kampanye, Incumbent Dilaporkan ke Bawaslu

Pertemuan di PAUD Jadi Perkara

17 Oktober 2020, 14: 09: 46 WIB | editor : Ali Mustofa

DUGAAN PELANGGARAN: Sejumlah simpatisan Harno-Bayu melaporkan dugaan pelanggaran kampanye incumbent ke Bawaslu Rembang.

DUGAAN PELANGGARAN: Sejumlah simpatisan Harno-Bayu melaporkan dugaan pelanggaran kampanye incumbent ke Bawaslu Rembang. (BAWSLU REMBANG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Sejumlah warga simpatisan pasangan nomor urut satu Harno Bayu melaporkan dugaan pelanggaran kampanye Abdul Hafidz ke badan pengawasan pemilihan umum (Bawaslu) Rembang kemarin. Mereka menilai incumbent telah melanggar aturan berkampanye karena memanfaatkan fasilitas pendidikan salah satu PAUD di Kecamatan Sarang.

Video Cabup Petahana Abdul Hafidz viral ketika sedang bersama-sama guru PAUD se-Kecamatan Sarang, di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Senin (12/10) lalu. Dalam video tersebut Abdul Hafidz mengklaim bantuan sosial dari pemerintah sebagai upaya untuk meraih simpatik para guru-guru yang hadir.

"Kami bertiga atas nama warga Rembang melaporkan kejadian tersebut ke Bawaslu. Kami minta  kejadian tersebut tidak terulang lagi dan Bawaslu harus bertindak tegas," ujar salah satu warga pelapor, Charis Kurniawan selepas laporan kemarin.

Ia mengatakan, bersama dua temannya melaporkan kegiatan kampanye Cabup nomor urut 2  ke Bawaslu. Karena dianggap melanggar aturan kampanye.

 "Cabup Petahana menggunakan fasilitas umum, yaitu sarana pendidikan untuk kampanye. Selain itu dalam video yang berdurasi sekitar 30 detik itu, Abdul Hafidz juga mengklaim bantuan sosial dari pemerintah untuk mempengaruhi ibu-ibu," ungkapnya.

"Untuk itu, pihaknya meminta bawaslu untuk segera memproses kasus tersebut," imbuh Charis.

Komisioner Bawaslu Rembang Amin Fauzi membenarkan adanya pelaporan dari warga terkait video viral cabup nomor urut 2 Abdul Hafidz. Ia menyatakan akan  segera mengambil tindakan dan akan segera memverifikasi terkait kasus tersebut.

"Ada waktu tujuh hari waktu Bawaslu untuk mengungkap kasus tersebut. Apakah ada unsur pelanggan atau tidak di dalamnya," tuturnya.

Sementara Ketua Bawaslu Rembang Totok Suparyanto menambahkan lokasi dalam video itu adalah PAUD. "Yang di PAUD KB Pelangi (sarang, Red) itu," katanya.

Terkait dengan dugaan ini, pihaknya sudah melaksanakan mekanisme penelusuran beberapa waktu lalu. "Begitu tidak ada pelapor, kami melakukan penelusuran. Kami sudah  meminta keterangan," katanya.

Penelusuran itu, kata Totok, bukan merupakan penanganan pelanggaran. Tetapi masih sebatas upaya pengumpulan formal materiil.

Mekanisme penindakan dugaan dari penelusuran ini, berbeda dengan mekanisme penindakan apabila ada laporan resmi. Laporan resmi yang dimaksud, adalah ketika ada pihak yang mengadukan dugaan pelanggaran langsung kepada bawaslu.

Meskipun video itu sudah beredar di media sosial, lanjut Totok, bawaslu akan tetap menelusuri terlebih dahulu. Dan, kata dia, vidio itu nantinya dimungkinkan bisa dijadikan alat bukti. Ditanya terkait pemanggilan para saksi, ia belum bisa menyampaikan.

Sampai kemarin, ada yang melaporkan kasus tersebut. Maka, selanjutnya, pihaknya menghentikan penelusuran."Kami menggunakan yang pelapor. Karena dia Resmi. Formil materiil sudah memenuhi syarat," katanya. 

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP