alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Dua SMK di Kudus Terpilih Jadi Pilot Project Sekolah Unggulan

16 Oktober 2020, 16: 52: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

IKUT LATIHAN: Guru TKJ SMK Muhammadiyah Kudus mengikuti workshop kelas fiber optik baru-baru ini.

IKUT LATIHAN: Guru TKJ SMK Muhammadiyah Kudus mengikuti workshop kelas fiber optik baru-baru ini. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Dua SMK di Kudus terpilih menjadi pilot project sekolah unggulan. Kedua sekolah itu pun mendapatkan bantuan dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pembinaan SMK (PSMK).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah Wilayah III Sunoto mengatakan, bantuan itu berupa uang untuk kegiatan dan sarana serta prasana sekolah. Selain bantuan, sekolah juga akan didampingi untuk menjadi SMK Center of Excellence (COE). Sekolah yang dapat bantuan dihubungkan dengan beberapa perusahaan sesuai kebutuhan.

”Kalau di SMK Muhammadiyah jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi tentang fiber optik. Sudah teken Memorandum of Understanding (MoU) juga,” jelasnya.

Sunoto menambahkan, kemarin (15/10) SMK Assa’idiyyah juga sudah ada MoU dengan perusahaan yang bergerak di bidang program aplikasi untuk jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).

Selain MoU, digelar pula workshop dan sosialisasi penyusunan dokumen pembelajaran SMK COE sektor ekonomi kreatif kompetensi keahlian rekayasa perangkat lunak.

Kepala SMK Assa’idiyah Kudus Ali Shodiqin mengatakan, penandatanganan MoU, kelas industri programmer kali ini secara otomatis ada penyelarasan kurikulum kompetensi yang disesuaikan. Dengan begitu siswa benar-benar mengarah kepada budaya kerja industri. Agar lulusan dapat langsung terserap sesuai yang diharapkan.

 ”Semoga dengan kelas industri ini diharapkan dapat menciptakan lulusan yang lebih berkualitas, terdepan, kreatif, dan dapat diterima di industri sesuai kompetensi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah Kudus Purwanta Agung mengatakan, program kelas fiber optik ini meningkatkan kompetensi siswa dan guru jurusan (TKJ). Selain itu agar membuka link dalam penyaluran tamatan di industri.

”Kami berharap dapat memberikan kontribusi baik dari kedua pihak. Baik dari proses kurikulum, peralatan, dan pembelajaran,” jelasnya. Pengajar akan diberi materi, pencerahan, dan pembekalan. Siswa akan mengikuti ujian dan mendapat sertifikat kompetensi. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP