alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Temuan Adanya Jalur Maritim di Kudus Bakal Dikaji Tahun Depan

16 Oktober 2020, 13: 37: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

JALUR REMPAH: Pegunungan Patiayam diduga menjadi jalur rempah pada zamannya.

JALUR REMPAH: Pegunungan Patiayam diduga menjadi jalur rempah pada zamannya. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Kabupaten Kudus siap melakukan kajian warisan tak terbendakan. Salah satunya jalur rempah. Dari kajian ini, diharapkan bisa menunjukkan Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah Sukronedi mengatakan, Kabupaten Kudus telah siap melakukan kajian jalur rempah. Di Indonesia sendiri jalur tersebut terdapat di 20 titik. Sedangkan di Jawa Tengah ada lima titik.

”Lima titik itu berada di Semarang, Kudus, Pati, Jepara, dan Rembang. Dimungkinkan juga bisa bertambah lagi,” kataya saat ditemui setelah acara focus group discussion (FGD) di Hotel Gripta kemarin.

DIKAJI: FGD tentang kajian jalur rempah di Kudus yang digelar di Hotel Gripta kemarin.

DIKAJI: FGD tentang kajian jalur rempah di Kudus yang digelar di Hotel Gripta kemarin. (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA/RADAR KUDUS)

Dari diskusi tersebut, rencananya akan dilakukan kajian di bekas jalur rempah itu. Kajian ini bisa dijalankan pada 2021 mendatang. Proses pengkajiannya sendiri dimulai tahun depan hingga 2024 mendatang. Untuk itu, perlu dukungan dari semua elemen sebelum melakukan kajian ini.

Sementara itu, pihaknya juga mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bisa menyosialisasikan kepada masyarakat. Sebab, peran masyarakat sangat dibutuhkan. Lantaran juga berperan sebagai pelestari budaya. ”Masyarakat sekitar sebagai ujung tombak dalam pelestarian budaya ini,” tambahnya.

Dalam pengkajian itu, dimungkikan bakal mendapatkan berbagai temuan. Bukan hanya sebagai warisan cagar budaya, namun ada warisan tak benda. Hal ini kata Sukronaedi, bisa berupa kebudayaan sekitar, ritus, dan lain. ”Peninggalan lain bisa berupa olaraga maupun kuliner,” tambahnya.

Adanya pengkajian ini, Indonesia diharapkan menjadi poros maritim karena sudah ada sejak zaman dulu. Nantinya kajian tersebut juga akan diimbangi dengan narasi, sehingga cerita masa lampau akan muncul secara mendalam. 

(ks/gal/lin/top/JPR)

 TOP