alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Bupati Pati: Pemuda dan PKL Banyak Langgar Protokol Kesehatan

16 Oktober 2020, 11: 17: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

KUDUS EVALUASI: Bupati Pati Haryanto memimpin rapat evaluasi penerapan protokol kesehatan di pendapa setempat belum lama ini.

KUDUS EVALUASI: Bupati Pati Haryanto memimpin rapat evaluasi penerapan protokol kesehatan di pendapa setempat belum lama ini. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR)

Share this      

PATI - Gerakan gencar memakai masker masih perlu ditingkatkan lagi. Terlebih masih banyak pelanggaran di kalangan pedagang kaki lima dan pemuda nongkrong.

Perihal evaluasi ini disampaikan Bupati Haryanto saat evaluasi penerapan protokol kesehatan (prokes) covid belum lama ini. Ia pun mengucapkan terima kasih atas peran serta seluruh jajarannya baik kepala dinas maupun juga asisten dan staf ahli yang punya wilayah binaan di kecamatan maupun di lingkungan desa masing-masing sesuai mekanisme dan ketentuan yang telah diatur.

"Meski kita sudah empat minggu melaksanakan gerakan serentak memakai masker, bukan berarti tanggal 11 Oktober 2020 selesai dan tidak perlu memakai masker lagi. Kami berharap semua masyarakat pati tetap menggunakan masker selama beraktivitas karena masker adalah salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19", lanjutnya.

Ia pun mengungkapkan sejumlah kendala di lapangan terkait sikap masyarakat yang kurang taat untuk mengenakan masker.

Padahal menurut Bupati, pihaknya sudah merubah sanksi dari yang semula sanksi sosial menjadi sanksi administrasi atau denda untuk warga yang kedapatan tidak mengenakan masker untuk menimbulkan efek jera sehingga masyarakat disiplin dalam memakai masker.

"Kemudian kita memberikan aturan jam malam, kendalanya di lapangan. Hal tersebut berbenturan dengan pedagang kali lima dan anak muda yang sering nongkrong dan begadang di tempat-tempat umum, karena hampir rata-rata yang terjaring razia adalah anak-anak muda", jelas Haryanto.

Sementara itu, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) dalam arahannya, mengatakan bahwa pelayanan di rumah sakit maupun Puskesmas harus dengan sepenuh hati dan disertai komunikasi yang baik itu karena hal tersebut merupakan bagian dari kinerja dalam melayani masyarakat. Terlebih di masa pandemic seperti saat ini informasi yang disampaikan kepada pasien harus bisa dikomunikasikan dengan baik sehingga mayarakat mendapatkan informasi yang jelas.

“Semua upaya yang pemerintah lakukan tentu tujuannya tidak untuk mempersulit masyarakat tapi agar penularan Covid-19 dapat dicegah. Kuncinya tentu dengan disiplin memakai masker, saling menjaga dan tidak saling menulari,” ungkap wabup.

Wabup pun menyampaikan ucapan terima kasih pada seluruh pihak yang sudah bekerja keras dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Pati.

“Tetap semangat dalam menghadapi situasi yang tidak bisa diprediksi seperti saat ini, tetap produktif, jaga kesehatan dan terus jaga kekompakan,” imbuhnya. 

(ks/him/top/JPR)

 TOP