alexametrics
Kamis, 29 Oct 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Karena Faktor Ini, Pembuangan Limbah Sawit di Sluke Dipastikan Ilegal

16 Oktober 2020, 10: 18: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

MENGGUNUNG: Tumpukan tanah yang diduga limbah sawit dibuang di wilayah Desa Jatisari, Kecamatan Sluke. Warga khawatir limbah itu berbahaya bagi kelangsungan air tanah di wilayah setempat. 

MENGGUNUNG: Tumpukan tanah yang diduga limbah sawit dibuang di wilayah Desa Jatisari, Kecamatan Sluke. Warga khawatir limbah itu berbahaya bagi kelangsungan air tanah di wilayah setempat.  (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang memastikan jika pembuangan limbah produksi minyak sawit di Jatisari, Sluke, tak berizin. Dinas telah mendatangi lokasi dan akan menguji laboratorium limbah berbentuk seperti tanah itu.

Sekretaris DLH Rembang Marirsa menyampaikan, mengenai limbah itu, pihaknya masih memeriksa apakah limbah itu dalam kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) atau jenis lainnya.

Menurut perundangan, kata dia, apabila merupakan limbah B3, tentunya ada aturan penataan usaha. Berupa perizinan yang harus dipenuhi. "Kategori apa limbah itu, ada spesifiknya. Ada penataannya," jelasnya.

Baca juga: Dibuang Sembarangan, Limbah Sawit Berbahaya di Sluke Diprotes Warga

Pihaknya juga belum mengetahui apakah limbah itu merupakan B3 atau tidak. Sesuai dengan kewenangan kabupaten terhadap limbah B3, harus ada perlakuan penyimpanan sementara dari perusahaan yang bersangkutan. Hal itu berlaku apabila perusahaan yang bersangkutan berada dalam lingkup satu kabupaten. Tetapi, apabila di luar kabupaten, merupakan kewenangan dari provinsi. Selain itu, jika itu benar limbah B3, alat pengangkut harus khusus dan terdaftar.

"Kami belum tahu permasalahannya. Itu dari tongkang atau dari mana ini perlu investigasi," imbuhnya.

Ia mengaku, DLH Rembang masih belum menerima perizinan terkait lokasi pembuangan ini. "Berarti belum izin. Kalau sudah izin kami mengawasi," tuturnya.

Anggodo, dari bidang pengaduan DLH Rembang menambahkan sebelumnya sekitar akhir September lalu, pihaknya menerima surat klarifikasi terkait dugaan pembuangan limbah tersebut yang menyebut beberapa lokasi. Saat ini, DLH sudah menindaklanjuti dengan terjun langsung ke lokasi. Dan memang ditemukan.

"Apakah itu jenis limbahnya seperti apa, kami belum bisa memberikan klarifikasi. Karena dibutuhkan data penunjang untuk menentukan apakah limbah tersebut B3 atau yang lainnya," katanya.

Data penunjang itu nantinya dalam bentuk hasil laboratorium sehingga bisa dipertanggungjawabkan.  Senada dengan Sekretaris DLH Rembang, terkait  dengan lokasi pembuangan pihaknya juga belum menerima izin atau pengajuan perizinan."Untuk klarifikasi awal ada memang kegiatan yang dimaksud (pembuangan limbah,Red)," imbuhnya.

Dugaan limbah itu sendiri terletak di area perbukitan yang di bawahnya ada lahan pertanian. bentuknya seperti tanah diperkirakan sudah mencapai hitungan ton. Saat audiensi di Gedung DPRD Rembang kemarin (14/10) ada yang menyebut bahwa gundukan itu merupakan tanah liat untuk menyaring minyak kelapa sawit. Dan, kata salah satu sumber dalam audiensi kemarin, apabila tercampur air, terdapat larutan minyak.

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP