alexametrics
Kamis, 29 Oct 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

BPJS Murah di Kabupaten Rembang Baru Diikuti 50 Ustad

16 Oktober 2020, 10: 08: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

TEKUN: Santri salah satu pondok pesantren mengaji beberapa waktu lalu.

TEKUN: Santri salah satu pondok pesantren mengaji beberapa waktu lalu. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Tenaga Sosial Keagamaan di Kota Garam mulai terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Sudah ada sekitar 50 dari target 9 ribu lebih para ustad dan ustadah di Kota Garam.

Program ini merupakan tindak lanjut dari harapan pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk memberikan pekerja sosial keagamaan. Seperti para ustaz dan ustazah atau yang lainnya. Mereka akan diberikan premi murah dengan dua jaminan perlindungan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Rembang Uun Stiady mengatakan, baru-baru ini pihaknya sudah mencatat sekitar 50 ustaz ustazah yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Total secara keseluruhan, dari berbagai organisasi ada 9.030 orang. Jumlah itu yang akan dibidik oleh BPJS.

"Mudah-mudahan nanti dengan adanya bantuan insentif Pemda bisa tergarap sebagian besarnya (pekerja sosial keagamaan,Red) masuk," katanya. Sejak beberapa bulan lalu, mereka sudah ada yang mendaftar.

Para penerima manfaat ini sudah membayarkan premi mulai bulan Agustus dan September. Bagi yang baru mendaftarkan, bisa langsung membayar bulan ini. Disinggung apakah ada program relaksasi, ia akan memulai pada Desember dan Januari. Normalnya, setiap bulan mereka akan membayar premi Rp 9.400

"Itu (program relaksasi, Red) sebesar satu persen dari pembayaran iuran. Jika secara normal Rp 9.400 maka relaksasi akan membayar Rp 94 saja," katanya.

Dari BPJS ketenagakerjaan akan terus berkomunikasi kepada para peserta melalui platform email dan whatsApp. Dan akan dikirimkan formulir dan data-data yang dibutuhkan. "Setelah itu diproses," katanya.

Pejabat Sementara (PjS) Bupati Rembang Imam Maskur menyampaikan akan ada dua fasilitas yang diterima para penerima manfaat. Yakni jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Ketika ada kecelakaan, lanjut dia, akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan dan apabila sampai meninggal dunia akan disantuni Rp 72 juta. "Kalau meninggal dunia biasa, disantuni 42 juta," katanya.

Pihaknya berharap, para ustadz-ustadzah di Rembang melalui beberapa organisasi bisa mengikuti semua. "Harapannya ustaz-ustaz bisa ikut semua," imbuhnya.

(ks/ali/vah/top/JPR)

 TOP