alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Sama-Sama Patah Hati demi Teman

16 Oktober 2020, 10: 05: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

Sama-Sama Patah Hati demi Teman

PERSAHABATAN Doni dan Dandi (keduanya nama samaran) tampaknya memang abadi. Tidak hanya soal yang makan dan nongkrong bareng, urusan asmara pun keduanya bisa saling mengalah. Padahal, imbasnya keduanya sama-sama patah hati.

Beberapa tahun silam, Doni dan Dandi sama-sama naksir Bunga (bukan nama sebenarnya). Dua pemuda itu teman nongkrong dan sama-sama sudah bekerja. Bunga adalah gadis yang bekerja di sebuah kafe, salah satu lokasi favorit tongkrongan mereka.

Suatu kali, keduanya sepakat mengadakan taruhan. Siapa yang mendapatkan hati sang perempuan akan mentraktir yang kalah. Keduanya melakukan undian dengan uang koin. Doni mendapatkan giliran duluan pedekate (pendekatan). Waktunya tiga bulan.

Hari berbilang pekan, minggu berbilang bulan. Sebenarnya Doni sudah berhasil sedikit meluluhkan hati Bunga. Namun, belum tiga bulan sesuai kesepakatan, Dandi diam-diam juga pedekate. Doni tahu karena ada teman Bunga yang bercerita.

Mengetahui Dandi ikut melakukan hal yang sama, Doni pelan-pelan menjauh dari Bunga. Pesan-pesan Whatsapp dari Bungan dibalas lama. Bahkan ada yang tidak direspon. Dandi juga pada akhirnya tahu bahwa Doni malah menjauhi Bunga. Demi dirinya.

Dandi pun mengikuti jejak Doni, meski sebenarnya Bunga juga sudah mulai ada rasa dengan Dandi. Dandi pelan-pelan menjauh. Bunga pun bingung. Di saat dirinya ngebet mau nikah dan bersedia menerima masing-masing keduanya, malah ditinggal pelan-pelan.

Tak lama setelah keduanya menjauh, Bunga pun didekati seorang pemuda yang serius ingin meminangnya. Tak butuh pikiran panjang, Bunga menerima lamaran pemuda itu. Tiga bulan kemudian, Bunga dan kekasihnya pun menikah.

”Ya patah hati sih patah hati. Tapi persahabatan lebih penting daripada asmara,” aku Doni. 

(ks/ful/lin/top/JPR)

 TOP