alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

BPJAMSOSTEK Kudus Serahkan Santunan Jaminan Kematian Rp 76,5 Juta

15 Oktober 2020, 16: 47: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

SERAHKAN SANTUNAN: Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Kudus Multanti, secara simbolis menyerahkan klaim JKM dan JHT ke ahli waris alm. Dharma Tjandra, Peter Muhamad Faruq, didampingi CRM Manager PT Nojorono T Sugiyono.

SERAHKAN SANTUNAN: Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Kudus Multanti, secara simbolis menyerahkan klaim JKM dan JHT ke ahli waris alm. Dharma Tjandra, Peter Muhamad Faruq, didampingi CRM Manager PT Nojorono T Sugiyono. (BPJAMSOSTEK FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau yang dikenal dengan BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Kudus, menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT) kepada ahli waris peserta Rp76,5 juta, pada hari Kamis (15/10) kemarin.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Kudus Multanti mengatakan, klaim tersebut dibayarkan untuk peserta atas nama alm. Dharma Tjandra yang mengikuti program BPJAMSOSTEK melalui perusahaan tempatnya bekerja di PT Nojorono.
Penyerahan klaim JKM dan JHT dilakukan oleh Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Kudus Multanti didampingi Kepala Bidang Kepesertaan Budi Hananto. Klaim JKM dan JHT diterima langsung oleh ahli waris almarhum Dharma Tjandra, Peter Muhamad Faruq didampingi CRM Manager PT Nojorono T Sugiyono, di ruang pertemuan PT Nojorono.

"Sudah kami serahkan secara simbolis kemanfaatan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada ahliwaris dengan jumlah klaim sebesar Rp 76.507.333, -, meliputi klaim Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 42.000.000, - dan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp 34.507.333, -,” jelas Multanti.

Multanti menambahkan, dengan pembayaran klaim ke peserta, BPJAMSOSTEK ingin menegaskan kepada masyarakat, terlebih para pelaku usaha, baik penerima upah maupun bukan penerima upah, bahwa sangat penting menjadi peserta BPJAMSOSTEK.

Sebab, melalui program-programnya, BPJAMSOSTEK memberikan perlindungan atas risiko-risiko yang terjadi dalam hubungan dengan pekerjaan.

"Manfaatnya sangat banyak. Kita tidak akan tahu dengan risiko pekerjaan yang kita hadapi. Untuk itu saya mengimbau para pelaku usaha untuk segera mendaftar.  Baik penerima upah maupun bukan penerima upah untuk menjadi peserta BPJAMSOSTEK." kata Multanti.

Contohnya adalah almarhum Dharma Tjandra. Dimana, almarhum ini semasa hidupnya merupakan karyawan PT Nojorono yang yang meninggal biasa, karena almarhum terdaftar menjadi peserta Program BPJAMSOSTEK sehingga ahli waris dari almarhum berhak mendapatkan santunan Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Sementara itu, ahli waris dari peserta atas nama Dharma Tjandra, Peter Muhamad Faruq menyatakan sangat berterima kasih kepada BPJAMSOSTEK Kantor Cabang kudus, dengan klaim yang telah dibayarkan tersebut sangat membantu meringankan perekonomian keluarga. Terlebih di masa pandemi seperti ini.

Multanti menambahkan, dari Januari hingga September 2020, BPJAMSOSTEK Cabang Kudus telah membayarkan klaim mencapai Rp231,5 miliar. Angka tersebut merupakan angka total dari klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp 200,1 miliar, kemudian Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp 11,5 miliar, Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 15,6 miliar, dan Jaminan Pensiun (JP) sebesar Rp 4,3 miliar. (lia)

(ks/top/top/JPR)

 TOP