alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Wisata Karimunjawa Resmi Dibuka, Dibatasi 100 Wisatawan Per Pekan

15 Oktober 2020, 13: 40: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

IKON: Wisatawan berfoto di salah satu obyek wisata darat di Karimunjawa sebelum pandemi Covid-19.

IKON: Wisatawan berfoto di salah satu obyek wisata darat di Karimunjawa sebelum pandemi Covid-19. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Objek wisata Karimunjawa resmi dibuka mulai Jumat (16/10) mendatang. Untuk tahap pertama ada pembatasan jumlah wisatawan yakni 100 orang setiap pekannya.

Kepastian ini sebagaimana yang tertuang dalam surat dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata provinsi Jawa Tengah nomor 556/2560 tentang rekomendasi pembukaan Karimunjawa secara bertahap dan terbatas, yang kemudian ditindaklanjuti dengan surat rekomendasi Bupati Jepara.

Dalam surat rekom Bupati Jepara dijelaskan, kawasan wisata Karimunjawa bisa dibuka kembali untuk kegiatan kepariwisataan dengan memperhatikan beberapa hal. Mulai dari mematuhi peraturan yang berlaku berkaitan dengan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM), menerapkan protokol kesehatan serta selalu berkoordinasi dengan satgas Covid-19 Kabupaten.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Zamroni Lestiaza melalui Kabid Pariwisata, Nur Zuhruf mengatakan, kepastian pembukaan objek wisata Karimunjawa turun Selasa (13/10) lalu. ”Jadi mulai 16 Oktober dibuka secara bertahap dan terbatas,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Nur Zuhruf menjelaskan, Balai Taman Nasional Karimunjawa membatasi kuota wisatawan pada tahap I sebanyak 100 wisatawan per pekan. Pintu masuk penyeberangan sementara hanya diberlakukan satu pintu yakni pelabuhan Jepara.

Dalam pelaksanaannya, dilakukan pula screening bagi wisatawan atau penduduk di luar Karimunjawa dengan wajib disertai surat keterangan hasil Rapid Test atau disediakan fasilitasi PCR/Swab Test. ”Pengunjung beresiko tinggi (anak-anak, ibu hamil, lansia) untuk sementara tidak diperkenankan berkunjung ke Karimunjawa,” ungkapnya.

Nur Zuhruf berharap, pengelola biro perjalanan wisata dan pengelola jasa transportasi penyeberangan wajib menyesuaikan regulasi yang berlaku. Sebab apabila di kemudian hari sesuai dengan penilaian dan evaluasi Satgas Covid-19 ada hal yang menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan atau ditemukan kluster baru, maka kawasan Karimunjawa akan ditutup kembali untuk kegiatan pariwisata.

Sementara itu Ketua Perkumpulan Biro Wisata Karimunjawa, Arif Setiawan mengatakan, pembukaan tersebut menjadi kabar gembira bagi para pelaku wisata di Karimunjawa. Terlebih mereka sudah off sejak awal tahun lalu. ”Sejak awal tahun memang kami off, Januari dan Februari cuaca buruk, lalu Maret baru mau mulai buka trip malah ada pandemi hingga saat ini, “ tuturnya.

Setelah resmi dibuka Jumat besok, Arif menambahkan, pelaku wisata di Karimunjawa berkomitmen untuk melaksanakan aktivitas wisata sesuai dengan protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru. ”Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk melayani tamu agar tetap nyaman dan aman sebgaimana saat dua kali simulasi sebelumnya,” imbuhnya.

(ks/him/emy/top/JPR)

 TOP