alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik

Keliling Kaliori, Cabup Rembang Hafidz Dukung Perempuan Membangun Desa

15 Oktober 2020, 13: 15: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

SATU SUARA: Emak-emak dari Kecamatan Kaliori berpose salam dua jari bersama paslon bupati Rembang nomor urut dua Abdul Hafidz.

SATU SUARA: Emak-emak dari Kecamatan Kaliori berpose salam dua jari bersama paslon bupati Rembang nomor urut dua Abdul Hafidz. (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Calon Bupati nomor urut dua Abdul Hafidz melakukan safari keliling di Kecamatan Kaliori, Rabu (14/10). Kedatangan Hafidz untuk menemui anggota Muslimat dan Fatayat NU, perempuan petani, dan para pemilik toko kelontong. Hafidz tidak terlihat canggung meski tanpa didampingi ibu Hasiroh Hafidz yang juga melakukan konsolidasi di tempat lain.

Acara yang diprakarsai anggota Muslimat dan Fatayat NU itu merupakan bagian persiapan peringatan Hari Santri pada 22 Oktober mendatang. Didampingi Ibu Sukemi, salah satu pengurus Muslimat asal Desa Wiroto Kaliori, Hafidz ditunjukkan beberapa kegiatan keagamaan, sosial, dan ekonomi.

Di depan emak-emak, Hafidz mengingatkan agar tetap taat dengan protokol covid-19 dan menyatakan terima kasih karena Muslimat, Fatayat, guru swasta dan Madin, para perajin  telah mengundang dan mengajaknya berkeliling silaturahmi di Kaliori.

“Saya berterima kasih karena ibu-ibu yang bukan tim kampanye dan bukan relawan pemenangan tapi tetap guyup rukun membangun Kaliori. Selanjutnya, jika ibu-ibu ini sudah berkenan menaati aturan pemerintah dalam mengikuti protokol Covid, insya’Allah bapak, anak dan keluarganya akan mengikuti. Karena ibu adalah tiang keluarga,” ungkap Hafidz.

Hafidz yang hanya didampingi beberapa orang itu tampak serius meladeni keluhan dan aspirasi warga dengan sesekali berkelakar yang disambut tertawa bersama emak-emak.

Afaf, salah satu ibu yang menyertai Hafidz mengatakan, “Mbah Hafidz itu sangat merakyat banget. Tadinya saya dan ibu-ibu yang lain sungkan dan kaku untuk mengobrol dengan beliau, ternyata orangnya sangat menyenangkan."

Saat ditanya maksud kunjungan keliling Kalori, Hafidz memberikan penjelasan tentang sejarah Kaliori sebagai lumbung pangan yang sangat kokoh di Rembang. Sekaligus, lanjutnya, sebagai penyangga lapangan pekerjaan yang cukup besar di sektor pertanian.

“Program kami salah satunya adalah menguatkan kembali daerah ini sebagai penyangga ketahanan pangan seperti dulu dengan melakukan normalisasi sungai. Apalagi jika kelak Waduk Randugunting di Blora sudah operasional, Kecamatan Kaliori dan Sumber adalah penerima manfaat aliran air waduk tersebut,” jelas Hafidz. 

(ks/ali/vah/top/JPR)

 TOP