alexametrics
Jumat, 30 Oct 2020
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Pemkab Blora Canangkan 15 Kampung KB, di Mana Saja?

15 Oktober 2020, 12: 40: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

TERBANYAK: Bupati Blora Djoko Nugroho (dua dari kanan) hadir dalam pencanangan 15 kampung KB serentak di kantor Kecamatan Ngawen kemarin.

TERBANYAK: Bupati Blora Djoko Nugroho (dua dari kanan) hadir dalam pencanangan 15 kampung KB serentak di kantor Kecamatan Ngawen kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dindalduk KB) mencanangan 15 kampung KB secara serentak kemarin. Acara dipusatkan di Kantor Kecamatan Ngawen.

Desa-desa itu meliputi, Wantilgung, Bogowanti, Sambongrejo, Gotputuk, Karangjong, Srigading, Bradag, Talokwohmojo, Plumbon. Selanjutnya Sendangrejo, Jetakwanger, Karangtengah, Sambonganyar, Kendayaan, dan Kedungsatriyan.

Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan, tujuan dicanangkan Kampung KB untuk menciptakan generasi berkualitas. Masyarakat bisa merencanakan pernikahan, membentuk keluarga yang sehat, dan mencegah stunting. Hal ini selaras dengan program Presiden Joko Widodo yang akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Pada kesempatan itu, Kokok – sapaan akrab Djoko Nugroho- kembali mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19. ”Ingat 3M: mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dindalduk KB Blora Achmad Nurhidayat mengaku, kampung KB yang sudah dicanangkan di Kota Sate ada 185 desa dari total 295 desa/kelurahan. Jumlah ini terbanyak se-Indonesia. ”Meski demikian, angka itu tak ada artinya bila tak dibarengi kualitas yang baik. Kampung KB harus bisa menyejahterakan dan menyehatkan masyarakat,” jelasnya.

Camat Ngawen Minar Ami mengatakan, program KB di Kecamatan Ngawen sudah dilaksanakan sebagaimana mestinya. Seluruh desa di Kecamatan Ngawen sudah melaksanakan pelayanan kesehatan bagi warga. ”Sosialisasi pembinaan program KB, pemasangan alat kontrasepsi, serta pemeriksaan kesehatan ibu dan anak sudah berjalan dengan baik,” jelasnya.

Menurut Minar, selain untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, pelayanan kesehatan ini, juga untuk menekan angka kematian ibu dan anak. 

(ks/lin/sub/top/JPR)

 TOP