alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Disbudpar dan Tim Sangiran Konservasi Fosil di Museum Situs Patiayam 

15 Oktober 2020, 10: 27: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

KONSERVASI FOSIL: Petugas sedang mengkonservasi fosil hewan purba yang ditemukan di Pegunungan Patiayam kemarin.

KONSERVASI FOSIL: Petugas sedang mengkonservasi fosil hewan purba yang ditemukan di Pegunungan Patiayam kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Disbudpar Kudus bersama Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran konservasi (pemeliharaan) fosil di Museum Purbakala Situs Patiayam kemarin. Kegiatan setahun sekali dengan teliti dan hati-hati.

Pengelola Museum Purbakala Situs Patiayam Djamin menerangkan, konservasi ini dilakukan dengan membersihkan fosil dari tanah. Setelah bersih fosil langsung dibungkus plastik dan dimasukkan ke dalam rak.

Djamin mengatakan, sejak Januari sampai sekarang ada temuan-temua baru. Tapi sebagian masih di rumah warga, karena belum mendapatkan tali asih. ”Yang dibersihkan saat ini penemuan dari Januari hingga Maret,” paparnya.

Konservasi ini dilakukan petugas dari Museum Patiayam sendiri. Sebelum konservasi, petugas sudah diberi pelatihan dari tim ahli purbakala. ”Petugas kami sudah dilatih untuk membersihkan fosil. Kuncinya teliti dan hati-hati. Juga harus tahu, itu fosil atau tanah,” terangnya. Tim dari Sangiran mendampingi dan mengarahkan proses konservasi.

Konservasi dilaksanakan selama tiga hari. Dimulai kemarin hingga 16 Oktober 2020.

Sepanjang tahun 2020, penemu fosil yang sudah diberikan tali asih sebanyak 32 orang. Rata-rata dalam sebulan, ada penemuan satu hingga tiga fosil. ”Kebanyakan yang ditemukan fosil kelompok hewan kerbau, sapi dan banteng purba serta gajah purba,” terangnya.

Untuk lokasi penemuan tersebar di beberapa wilayah. Mulai dari Desa Terban, Kecamatan Jekulo Kudus dan di Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Pati.

Temuan fosil tersebut masih disimpan warga. Pihaknya sudah melakukan pengecekan ke rumah warga, dan belum dibawa ke Museum Patiayam.

Djamin menambahkan, sejak 2008 hingga 2020 ini sudah ada delapan ribuan daftar fosil yang terindentifikasi dan sudah dicatat dalam katalog. Dari 17 spesies hewan yang hidup di laut, rawa, dan darat. ”Yang dipamerkan ada 40 fragmen dan artefak. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP