alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarkudus
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Lanjutan Kompetisi Masih Abu-abu, Ini yang Dilakukan Penggawa Persijap

15 Oktober 2020, 10: 01: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

ABU-ABU: Punggawa Persijap latihan di Satdion GBK Jepara sebelum diputuskan kompetisi kembali ditunda.

ABU-ABU: Punggawa Persijap latihan di Satdion GBK Jepara sebelum diputuskan kompetisi kembali ditunda. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Kompetisi sepakbola di Indonesia belum pasti akan dilanjutkan meski dalam rapat manajer liga 1 dan liga 2 yang digelar PT LIB dan PSSI pada mengisyaratkan kompetisi dilanjutkan. Punggawa Persijap Jepara masih belum melakukan pemusatan latihan. Para pemain latihan secara mandiri.

Manajer Persijap Arief Setiadi mengatakan sementara, pemain masih di Jepara. Tapi pemusatan latihan di Stadion Gelora Bumi Kartini belum diputuskan kapan dimulai. Dipandu tim pelatih, pemain latihan dengan menu yang diberikan. “Kapan latihan nanti menunggu rapat menindaklanjuti hasil manager meeting,” katanya.

Meski disepakati dilanjutkan, kompetisi musim 2020 mengalami kendala karena Polri belum memberikan ijin untuk kompetisi 2020 baik itu liga 1 dan liga 2. Terpisah, Presiden Persijap M. Iqbal menyayangkan belum ada keselarasan antara PSSI dan Polri dalam hal ijin penyelenggaraan kompetisi.

“Kami sangat menyayangkan dengan tidak adanya kepastian terkait keberlangsungan kompetisi di negeri ini. Karena ini berdampak pada banyak hal. Seperti pemain , pelatih, wasit dan seluruh individu yang mencari nafkah di sepakbola,” ujarnya.

Ketidakpastian ini menurutnya menjadi pukulan berat karena iklim sepakbola yang tidak kondusif. Sehingga menyebabkan sepakbola tidak sehat dan ke depannya. Bisa berdampak buruk pada ekosistem sepakbola Indonesia khususnya pada musim ini. “Saya berharap kepada PSSI, PT LIB dan Polri semoga dapat mencapai kesepakatan dan kepastian apakah kompetisi dilanjutkan atau tidak,” ujarnya.

Ia juga berharap ada keputusan pasti dengan kelanjutan kompetisi musim ini. Klub punya tanggung jawab terhadap sponsor, pemain untuk memenuhi kewajiban mereka. Sedangkan kompetisi masih belum jelas. “Kami hanya meminta dapat diputuskan apakah kompetisi musim ini dilanjutkan apa tidak, apabila tidak kondusif lebih baik ditiadakan," imbuhnya. 

(ks/him/war/top/JPR)

 TOP