alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pelaku Pengeroyokan di Blora Peragakan 21 Adegan saat Rekonstruksi

Satu Tersangka Melarikan Diri

14 Oktober 2020, 13: 15: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

PERAGAKAN: Para pelaku pengroyokan memperagakan aksinya dalam rekontruksi penganiayaan kepada Sugeng Riyanto di jalan raya Cepu-Randublatung, Desa Mernung, Cepu, Blora, kemarin.   

PERAGAKAN: Para pelaku pengroyokan memperagakan aksinya dalam rekontruksi penganiayaan kepada Sugeng Riyanto di jalan raya Cepu-Randublatung, Desa Mernung, Cepu, Blora, kemarin.   (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA - Polres Blora menggelar 21 adegan dalam rekonstruksi penganiayaan kepada Sugeng Riyanto, di jalan raya Cepu-Randublatung, Desa Mernung, Kecamatan Cepu, Blora, kemarin. Warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban, Blora ini, dianiaya karena para pelaku tidak terima saat disalip korban.

Tiga pelaku berhasil diamankan BS, warga Desa Kemantren, Kedungtuban; AS, warga Desa Tanjung, Kedungtuban, serta NH warga Desa Wado, Kedungtuban. Namun satu pelaku berhasil melarikan diri.

Rekontruksi dilakukan berdasarkan kejadian pengeroyokan yang terjadi Kamis (1/10) sekitar pukul 04.00 lalu. Di mana, pengeroyokan dilakukan empat orang pemuda.

Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Setiyanto mengungkapkan, rekonstruksi bagian dari teknik pemeriksaan dalam membuat terang tindak pidana yang dilaksanakan. Tujuannya memberikan gambaran yang jelas atas peristiwa yang terjadi. Selain itu mensinkronkan keterangan antara saksi, korban, serta barang bukti yang ditemukan.

AKP Setiyanto menerangkan korban pengroyokan ini Sugeng Riyanto. Warga Desa Sidorejo, Kedungtuban, Blora. Korban dikeroyok empat pemuda saat mau pulang ke rumahnya.

Alasan pengeroyokan, karena para pelaku emosi saat disalip dan dibleyer oleh korban dengan sepeda motor. Sehingga pelaku emosi dan nekat memberhentikan korban di TKP. Kemudian mengeroyok hingga korban mengalami luka memar di pelipis mata bagian kiri.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut, pelaku dijerat pasal pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun 6 bulan. ”Mari semua untuk lebih mawas diri. Lebih bisa menahan amarah dan emosi. Kalau sudah seperti ini yang rugi adalah diri sendiri,” bebernya

(ks/zen/sub/top/JPR)

 TOP