alexametrics
Kamis, 29 Oct 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang
Suka Duka Tukang Ledeng Kota Garam-VII

Punya Resep Khusus Hadapi Tunggakan Menumpuk

14 Oktober 2020, 11: 45: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

Hartono Budi Yuwono

Hartono Budi Yuwono (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Hartono Budi Yuwono sudah mengabdi di PDAM Rembang 28 tahun lalu. Menjabat sebagai kepala satuan tugas administrasi hingga sempat menjabat sebagai kepala unit di beberapa kecamatan ini sudah pernah dia rasakan. Baginya menghadapi ribuan pelanggan memang tidak gampang dan butuh kesabaran ekstra. Seperti saat tunggakan menumpuk, ia punya resep khusus menghadapinya. Bahkan hingga menggali tanah untuk memasang pipa pernah ia lakukan sendiri. Semua dilakukan demi kepuasan pelanggan .

Tugas itu dijalani sejak tahun 1992. Kali pertama di bagian staf teknik. Tugasnya memperbaiki pipa. Ini dirasakan tahun 1993 sampai 1995. Misalnya untuk tanam pipa ataupun saat terjadi kerusakan pipa.

Kemudian menjabat sebagai kepala unit di beberapa wilayah. Itu semua dilakukan demi sebagai amanah. Mulai Sedan, Pamotan, hingga saat ini menjadi kepala unit di Sarang.

”Cakupan saya luas, di tiga kecamatan. Sarang dan Kragan dan Sedan. Sementara pasokanya hanya satu di embung Lodan. Ketika di bawah elevasi pastinya sangat kesulitan. Untuk bisa melayani dengan baik,” ungkapnya  pria kelahiran 1970 ini

Bahkan terkini tidak bisa melayani di Kecamatan Sarang dan Sedan. Di Kragan masih bisa melayani. Meski harus sistem gilir dua hari sekali. Dengan adanya gangguan tersebut, upaya lewat bantuan tangki pelanggan yang terdampak.

Iya di unit Sarang karakteristiknya beda. Untuk kondisi normal. Hartono mengaku sering menerima komplain di daerah Temperak. Khususnya utara jalan. Terdiri Temperak-Karangmangu. Karena sistem perpipaan.

Ada salah di sistem perpipaan. Solusi yang diambil harus membenahi. Supaya pelayanan di bagian Rembang timur lebih bagus. Dengan cara penambahan jalur. Dibedakan antara pipa sekunder dan primer. Jika kondisi embung normal.

”Saat ini tidak ada air yang bisa mengalir kemanapun. Karena sudah tidak ada pintu untuk keluar air di embung. Saat krisis air, solusi sementara pengiriman tangki. Ini PDAM lakukan untuk memberikan layanan seoptimal mungkin saat kemarau,” jelasnya.

Di wilayahnya saat ini, urusan kerak atau berkapur aman. Namun dinamika pelanggan di bagian Rembang timur beragam. Karena kultur masyarakat mayoritas nelayan. Ketika ada rezeki tidak ada problem. Sebaliknya saat sepi tunggakan rekening besar.

“Memang harus ekstra sabar. Karena sistem ekonominya nganut nelayan. Ketika ombak angin sulit, sehingga harus fleksibel menghadapinya,” imbuhnya. 

(ks/ali/noe/top/JPR)

 TOP