alexametrics
Jumat, 30 Oct 2020
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Ratusan Kayu Perhutani di Blora Dicuri Tiap Tahun

14 Oktober 2020, 11: 35: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

MARAK PENCURIAN: Pencurian kayu dari tahun ke tahun di Kabupaten Blora tinggi.

MARAK PENCURIAN: Pencurian kayu dari tahun ke tahun di Kabupaten Blora tinggi. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA -  Setidaknya ada 512 batang kayu dicuri di wilayah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Blora hingga akhir September lalu. Angka tersebut dinilai lebih rendah dibanding tahun lalu, meski belum mencapai akhir tahun.

Administratur KPH Blora Agus Widodo mengungkapkan tahun lalu angka penebangan liar yang dilakukan warga sekitar 700 batang. Angka itu jauh dari target maksimal kayu yang dicuri oleh warga, sebanyak 3 ribu batang kayu.

”Kalau target pohon yang dicuri jangan sampai tercapai. Kalau target pendapatan ya sampai saat ini sudah melampaui, harus tercapai,” kata dia kemarin.

Adapun target pendapatan tahun ini yakni sebesar Rp 9,9 miliar. Dari target tersebut, Agus menyebut sudah melampaui. Meski begitu, pihaknya masih akan menggenjot pendapatan agar bisa lebih banyak lagi.

Sementara itu, mengenai pencurian kayu, kata Agus, memang masih terus terjadi. Namun, pihaknya memastikan terus mengevaluasi pengawasan sehingga angkanya bisa terus diturunkan dari tahun ke tahun.

”Di samping represif, kami juga melakukan preventif. Patroli-patroli semakin banyak dilakukan untuk mencegah warga yang mencuri,” tambah dia.

Selain itu, cara preventif yang dilakukan pihaknya yakni mendekati ke tokoh-tokoh masyarakat setempat. Selain itu, patroli malam juga terus digencarkan. Sehingga mereka yang hendak mencuri bisa lebih dicegah lagi.

Agus memaparkan, kebanyakan yang dicuri yakni kayu pendek, atau masih kecil. Pihaknya pun terkadang bingung ketika akan menindak. Di sisi lain, nilainya tidak seberapa, namun tetap saja merugikan. Sebab, penanamannya butuh bertahun-tahun.

”Nilainya mungkin hanya Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Tapi untuk menanamnya kan butuh setidaknya sampai lima tahun,” tukasnya. 

(ks/zen/ful/top/JPR)

 TOP