alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

 Pakan Serba Alami Hasilkan Telur Sehat

14 Oktober 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

SIAP KONSUMSI: Telur sehat hasil peternakan milik Bintang dipanen

SIAP KONSUMSI: Telur sehat hasil peternakan milik Bintang dipanen (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

GEMBONG, Radar Kudus – Menggunakan pakan serba alami, telur ayam milik peternak di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong menghasilkan telur yang sehat. Peternak juga tak menggunakan obat pemacu agar ayam bertelur.

Sudah empat tahun Bayu Saputra Bintang Wibowo mengelola peternakan ayam itu. Sekarang ada sekitar 100 ekor ayam. Diletakkan di kandang belakang rumahnya.

Pelajar SMK itu memelihara ayamnya dengan cara alami. Dia menggunakan pakan campuran. Yang terdiri dari katul, konsentrat, tepung jagung, dan dicampur dengan daun kelor segar. Daun yang memiliki banyak kandungan nutrisi.

SERBA ALAMI: Bintang meracik makanan ayam yang dibuat dari bahan-bahan alami

SERBA ALAMI: Bintang meracik makanan ayam yang dibuat dari bahan-bahan alami (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

”Ayam peliharaan kami tidak memakai vaksin apapun. Murni alami pemeliharaannya. Kami tidak memakai obat pemacu telur ayam,” terang Bintang kepada Jawa Pos Radar Kudus setelah memberi pakan untuk ayamnya.

Perlakuan alami itu agar telur sehat. Pemakaian obat atau vaksin yang disuntikkan dan diminumkan kepada ayam dianggap tidak tidak baik. Menurutnya, obat itu akan meningkatkan residu di dalam telur. ”Tentu tidak baik untuk kesehatan jika residu terlalu berlebihan,” jelasnya.

Bintang memang tidak mengklaim telur produksi peternakannya organik. Namun dia menyebutnya telur sehat. Karena perlakuan alami tersebut. Bahkan saat ada ayam yang sakit obatnya jamu empon-empon.

”Pemeliharaan ayam petelur kami sejak kecil sudah alami. Saat kecil suplemennya bahkan bubuk daun kelor, dicampur untuk bahan minum ayam,” imbuhnya.

Ayam yang dipelihara dengan alami, lanjut Bintang, lebih tahan penyakit. Selain itu produktivitasnya bisa lebih panjang. Biasanya masa produktif ayam petelur dua tahun. Namun, kebanyakan ayam petelur milik Bintang bisa sampai tiga tahun.

Dalam sehari Bintang memanen lima kilogram telur. Jumlahnya sekitar 100 butir. Dia ambil saat sore hari. Kebanyakan konsumennya adalah tetangga sendiri. Permintaannya cukup banyak. ”Namun kami belum mampu melayani. Sebab ini hanya peternakan kecil-kecilan di rumah,” papar Bintang.

(ks/aua/lid/top/JPR)

 TOP