alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

SMAN 1 Sumber Jadi Percontohan Pembelajaran Tatap Muka di Rembang

Terjunkan Petugas Pemantau Prokes

14 Oktober 2020, 10: 09: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

PIONIR PTM: Salah satu siswi SMAN 1 Sumber, Rembang, datang di sekolahnya saat simulasi pembelajaran tatap muka kemarin.

PIONIR PTM: Salah satu siswi SMAN 1 Sumber, Rembang, datang di sekolahnya saat simulasi pembelajaran tatap muka kemarin. (HUMAS PEMKAB REMBANG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di Rembang sudah merembet ke jenjang SMA. SMAN 1 Sumber menjadi pionir setelah ditunjuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menjadi sekolah percontohan. Untuk memantau jalannya protokol kesehatan (prokes) sudah diterjunkan tim petugas ketertiban.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jateng Sunoto menyampaikan, simulasi ini merupakan piloting dari pemerintah provinsi (pemprov). Yakni satu cabang dinas diberi kesempatan untuk piloting satu SMA dan satu SMK untuk melaksanakan simulasi. ”Yang SMK saya membuat percontohan di Kudus. SMA-nya SMAN 1 Sumber. Dengan pengawasan yang ketat,” jelasnya.

Alasan pemilihan SMAN 1 Sumber itu, pertama, sebelumnya pihaknya sudah menguji dari vidio yang dikirimkan kepada Dinas Pendidikan Wilayah III. Kedua, melihat standart operational procedure (SOP) yang diterapkan hingga melihat sumber daya manusia (SDM) di sekolah tersebut.

PANTAU: PjS Bupati Rembang Imam Maskur memantau jalannya protokol kesehatan di SMAN 1 Sumber.

PANTAU: PjS Bupati Rembang Imam Maskur memantau jalannya protokol kesehatan di SMAN 1 Sumber. (HUMAS PEMKAB REMBANG FOR RADAR KUDUS)

Simulasi di SMAN Sumber kemarin, semua siswa diharuskan mematuhi prokes. Sekolah sudah menugaskan lima orang dari Satuan Petugas Pemantau Ketertiban Sekolah untuk memantau pembelajaran dan prokes. Pejabat Sementara (PjS) Bupati Rembang Imam Maskur yang terjun langsung memantau, meminta siswa tidak naik kendaraan umum.

SOP-nya boleh ada kendaraan umum, tapi harus menjaga jarak. Selain itu, sekolah bisa menjamin kendaraan umum itu sudah disemprot disinfektan. ”Bagi guru dan karyawan yang mempunyai penyakit seperti tensi tinggi, diabetes, dan penyakit jantung diharapkan tetap bekerja dari rumah. Kemudian bisa digantikan guru lain,” ungkapnya.

Kepala SMAN 1 Sumber Hedi Wibowo menjelaskan, masukan-masukan yang diterima selama pelaksanaan PT pertama, menjadikan masukan untuk bahan perbaikan. Terkait penggunaan kendaraan umum sudah dihapus saat penyampaian SOP di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III beberapa waktu lalu. ”Masukan-masukan tadi akan kami laksanakan. Nanti kami imbau siswa tidak naik kendaraan umum,” katanya. 

(ks/lin/vah/top/JPR)

 TOP