alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Layangan Naga Merah Langganan Juara

13 Oktober 2020, 14: 55: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

MEMANJANG: Bentuk layangan naga buatan Yohanes Shefta Adinata sebelum diterbangkan.

MEMANJANG: Bentuk layangan naga buatan Yohanes Shefta Adinata sebelum diterbangkan. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Kerangka layangan dari bambu berbentuk perahu menggantung di dinding rumah Yohanes Shefta Adinata. Layangan berbentuk pesawat juga ada. Ada juga kerangka kepala naga.

Tangan terampil Yohanes mengikat potongan-potongan bambu melengkapi kerangka kepala naga itu. Kain putih jadi penutup kerangka itu. Lalu ia menunjukkan layang-layang andalannya. Naga merah. Panjangnya 60 sentimeter dengan diameter badan dan ekor 30 sentimeter.

Layangan itu yang mengantarkannya menjuarai beberapa lomba. Di antaranya juara II lomba layang-layang di Pantai Panggung dan juara I lomba layang-layang di Kecamatan Welahan, Jepara. Baru-baru ini, layang-layang perahu miliknya juga meraih nominasi juara.

TERBANG: Layangan naga mengudara di atas Pantai Bondo Jepara.

TERBANG: Layangan naga mengudara di atas Pantai Bondo Jepara. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Layangan naga itu, ia buat sekitar dua tahun lalu. Masih utuh sampai sekarang. Dibutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk membuat. ”Pagi, siang, malam buatnya. Modal sekitar Rp 2 jutaan. Dibantu dua orang," katanya.

Warga RT 4/RW 2, Dukuh Krajan, Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Jepara, itu sudah hobi membuat layangan sejak SD. SMP sampai SMA dia mulai menjual layangan buatannya. Di sela-sela pekerjaannya sebagai tenaga ukir relief, ia masih membuat layangan hingga sekarang. ”Musim (layangan) atau tidak tetap buat layangan. Menuruti kata hati," katanya. 

Tak puas dengan capaian layangan naga pertama, kini ia bersama dua temannya membuat layangan naga yang lebih besar. Diameter badannya 60 sentimeter dan panjangnya 100 meter. ”Baru mulai (membuat). Mungkin butuh waktu tiga sampai empat bulan selesainya," ujarnya.

Ia menargetkan untuk mengikuti lomba di luar Jepara. Sebab, dengan naga lama, ia merasa akan kalah saing dengan layangan naga dari luar kota. Dengan layangan baru, ia mencoba menyesuaikan dengan kelas nasional. ”Bahannya fiber. Tidak hanya bambu. Jadi lebih kuat," katanya.

Di halaman rumahnya juga jadi tempat produksi layangan pesanan konsumen. Agam, salah satu temannya yang biasa menerima pesanan itu. Seperti layangan pesawat atau jenis lainnya. Bahkan dia rela keluar dari gudang mebel karena banyaknya pesanan.

Layangan pesawat dipatok harga antara Rp 70 ribu sampai Rp 120 ribu. Tergantung ukuran. Dalam sehari, dia bisa membuat dua layangan. ”Kalau (kerja) di gudang (mebel) ada batasan waktu. Kalau membuat layangan kan bebas. Penghasilannya hampir sama," tutur Agam. 

(ks/lin/war/top/JPR)

 TOP