alexametrics
Kamis, 29 Oct 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Disdikpora Kudus Prioritaskan 20 SD Rusak Parah Segera Direhabilitasi

12 Oktober 2020, 13: 16: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

AKHIRNYA DIBANGUN: SD Berugenjang dapat dana APBD Perubahan 2020 bangun ruang guru.

AKHIRNYA DIBANGUN: SD Berugenjang dapat dana APBD Perubahan 2020 bangun ruang guru. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Sebanyak 20 dari 121 SD masuk skala prioritas rehabilitasi pada 2021. Sekolah itu dianggap paling “parah” dan harus segera diperbaiki.

Plt Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada mengatakan, penentuan skala prioritas ini penting dilakukan mengingat banyak SD yang rusak.

Skala prioritas itu berdasarkan kriteria tersendiri. Salah satunya SD yang mengalami kerusakan cukup parah.

Sesuai dengan laporan dari bidang sarpras, pada Desember 2019 sudah kurang lebih 121 SD yang rusak. Dari jumlah tersebut, 20 di antaranya masuk skala prioritas.

Harjuna mengatakan, ada kemungkinan data bisa bertambah. ”Sebab hingga kini kami masih mendata melalui koordinator wilayah Pendidikan masing-masing kecamatan,” jelasnya.

Terkait anggaran APBD perubahan, dia mengatakan memprioritaskan tiga SD. Yakni SD 2 Purwosari, SD Berugenjang, dan SD 1 Jepang Pakis. Saat ini, ketiga SD sudah mulai pembangunan. DIperkirakan selesai sebelum Desember.

”Sebenarnya banyak proposal yang masuk pengajuan bantuan, tapi kami harus memilah yang lebih didahulukan,” jelasnya.

Kepala SD Berugenjang Darmo Winoto mengatakan, saat ini perumahan guru untuk sementara waktu dijadikan kantor. Sebab pihaknya kekurangan ruangan.

”Alhammdulillah, tahun ini dapat anggaran APBD Perubahan sebesar Rp 192 juta. Tahun lalu sudah mengusulkan, namun meleset. Kami sudah izin penghapusan aset dan sudah beres semua. Tinggal mbangun,” jelasnya.

Darmo mengatakan, selama ini ruangan guru kurang representatif. Tak heran tamu terpaksa ditempatkan di perumahan guru yang jadi satu dengan ruangan kepala sekolah.

”Ya mau bagaimana lagi, kalau menerima tamu dengan kondisi yang tak layak rasanya sedih. Tapi tidak ada pilihan lain. Soalnya ruangannya terbatas. Pada akhirnya tahun ini bakal memiliki ruang guru yang bagus dan nyaman,” ungkapnya.

Sama dengan SD Berugenjang, dua ruang SD Nganguk juga sedang diperbaiki. Kepala sekolah Ismayanti mengatakan, mendapatkan dana dari aspirasi sebesar Rp 190 juta. Ruang yang direhab kelas V dan VI.

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP