alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Orang Tua Siswa di Kudus Waswas Masih Ada Pembelajaran Tatap Muka

11 Oktober 2020, 08: 39: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

Orang Tua Siswa di Kudus Waswas Masih Ada Pembelajaran Tatap Muka

KUDUS - Beberapa orangtua waswas masih ada pembelajaran tatap muka di SD Nganguk. Padahal Kudus masih berstatus zona merah. Orangtua pun meminta pembelajaran tatap muka dihentikan.

Pembelajaran tatap muka ini hanya dilakukan wali kelas IV SD Nganguk saja. Wali kelas lain tetap melaksanakan pembelajaran secara daring.    

Sebelumnya, aksi protes sudah disampaikan orangtua melalui WA group. Namun wali kelas tidak merespon.

Salah satu orangtua murid berinisial TN selalu waswas saat anaknya diminta ke sekolah untuk pembelajaran tatap muka. Padahal, kelas lain pembelajaran secara daring.

”Kami orang kecil, jadi kalau mau tanya ke Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus takut. Mau protes ke sekolah juga takut. Kami hanya minta kejelasan, apakah sudah diperbolehkan pembelajaran tatap muka di sekolah? Kami hanya khawatir,” terangnya.

TN mengaku, selama ini anaknya masuk sekolah sepekan tiga kali. Bahkan kemarin, masuk mulai pukul 07.00 hingga pukul 10.00.

”Untuk jadwal masuk tidak tentu. Sesuka wali kelasnya. Biasanya, malam hari ada pemberitahuan paginya masuk sekolah,” katanya.

Dia mengatakan, tidak ingin salah paham dengan sekolah. Pihaknya ingin mencari kepastian saja. ”Meski, tetap mengenakan masker saat sekolah, orangtua tetap waswas,” jelasnya.

Kepala SD Nganguk Ismayanti mengklaim pembelajaran daring tetap berjalan. Jika diminta datang ke sekolah, anak-anak hanya mengumpulkan tugas. Itu berlaku mulai dari  kelas I sampai kelas VI. sama.

”Kami tidak ada tatap muka. Kalau ada kelas, biasanya guru hanya menerangkan materi yang kurang dipahami anak. Waktunya juga sebentar. Cuma 1,5 jam. Selesai langsung dipulangkan,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widodo menerangkan, kalau sekadar mengumpulkan tugas ke sekolah tidak ada persoalan. ”Kalau luring, siswa hanya mengambil tugas dan dikerjakan di rumah. Misalnya butuh penjelasan guru, waktunya tidak lebih dari satu jam,” jelasnya.

Hingga saat ini, Disdikpora belum memberi izin pembelajaran tatap muka di sekolah. Semua pembelajaran harus daring.

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP