alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Terjerat Kasus Narkoba, Anak di Bawah Umur Divonis Setahun Penjara

09 Oktober 2020, 14: 45: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

Terjerat Kasus Narkoba, Anak di Bawah Umur Divonis Setahun Penjara

BLORA – Majelis hakim Pengadilan Negeri Blora akhirnya menjatuhkan Vonis kepada terdakwa FJ, 17 tahun, Grobogan. Terdakwa dinyatakan bersalah oleh majelis hakim. Dia divonis satu tahun penjara dan tiga bulan pelatihan kerja.

Sidang putusan dilaksanakan secara daring. Dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Morindra Kresna, Hakim anggota Yayuk Musyafiah dan Endang Dwi N. Sementara JPU Farida Hartati berada di Kantor Kejaksaan Negeri Blora. Terdakwa dan pengacara ada di Rutan Kelas II B Blora.

Diketahui, FJ dibekuk di perempatan Biandono Blora usai menerima barang terlarang dari seorang sopir bus. Sehari-hari terdakwa bekerja sebagai kernet bus. Awalnya, pelaku diminta calon pembeli untuk mencarikan sabu-sabu. Kebetulan yang punya barang haram adalah sopir bus. Selanjutnya, pelaku mulai pesan dan bertemu di Perempatan Biandono Blora. Setelah ditunggu, ketemu, barang diserahkan dan dia tertangkap. Sementara si sopir melarikan diri.

JPU Farida Hartati mengaku terdakwa divonis satu tahun kurungan dan tiga bulan pelatihan kerja. Saat ini terdakwa masih pikir-pikir soal putusan majelis hakim tersebut. ”Untuk pelatihannya, kami akan koordinasikan dengan BLH. Sehingga sang anak bisa mendapatkan keahlian,” bebernya.

Sementara itu, Sugiyanto kuasa hukum terdakwa mengaku, sidang digelar pukul 14.30 dna selesai pukul 15.00. Persidangan juga digelar secara cepat. Sebab ini adalah sidang anak. Tidak seperti sidang pada umumnya.

Dalam sidang kemarin, terdakwa divonis satu tahun kurungan dan 3 bulan. Terbukti pasal 114 sebagai kurir atau perantara. Untuk tekhnis pelatihannya, dia memnag belum mengetahuinya. Sebab itu adalah ranah dari Kejaksaan Negeri Blora. ”Tadi masih pikir-pikir,” tambahnya.

Menurutnya, yang dipikirkan ke depan adalah yang terbaik untuk anak. Orang tuanya juga datang. ”Untuk putusannya, orang tua mengaku manut. Sebab, mau diapain juga susah. Sudah terlanjur. Nasi sudha menjadi bubur. Kalau pinginnya ya  pulang,” jelasnya. 

(ks/sub/zen/top/JPR)

 TOP