alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Skema Honor Pegawai Tak Tetap di Jepara Dikaji Ulang

09 Oktober 2020, 15: 25: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

Skema Honor Pegawai Tak Tetap di Jepara Dikaji Ulang

JEPARA – Forum Komunikasi Guru Tidak Tetap (GTT) Jepara wadul ke Bupati Jepara Dian Kristiandi. Salah satu keluhan yang disampaikan terkait skema pemberian honor kepada pegawai tidak tetap dengan mempertimbangkan masa kerja. Bupati pun akan mengkaji ulang skema honor Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Ketua FK GTT Jepara Sutikno menyampaikan, selama ini perhitungan honor berdasarkan jenjang pendidikan. Sedangkan masa kerja kurang mendapat porsi. Ia menyontohkan PTT lulusan SMA dengan masa kerja 15 tahun, honornya di bawah PTT lulusan S1 meski masa kerjanya baru tiga tahun.

”Maka perlu kajian ulang supaya proporsional. Kasihan teman-teman yang sudah lama mengabdi,” katanya.

Andi merespon keluhan itu. Ia akan menghitung ulang skema pemberian honor itu. Ia mengapresiasi upaya yang dilakukan FK GTT yang memikirkan kondisi PTT. ”Ini jadi masukan buat kami. Akan dihitung ulang dan dipikirkan apa yang teman-teman sampaikan,” katanya.

Selain masalah pemberian honor, Sutikno mengungkapkan, kondisi di lapangan para GTT saat ini sedang resah. Pasalnya GTT yang sekolahnya ketempatan formasi CPNS terancam kehilangan jam mengajar. Malah ada kepala sekolah yang menyuruh GTT untuk mencari sekolah yang membutuhkan jam.

”Mestinya kan GTT ini dicarikan atau dikondisikan lah. Dalam satu kecamatan ini dipetakan. Tidak jalan masing-masing,” imbuhnya.

Selain itu, presensi melalui faceprint juga jadi sorotan. Mereka menginginkan setelah jam mengajar selesai, bisa presensi kepulangan. Sementara ini diatur jam pulang 14.00. Namun jam mengajar SD selesai sekitar pukul 13.30. 

(ks/lid/war/top/JPR)

 TOP