alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Ayah Tega Bunuh Anaknya Diduga Merasa Terpapar Korona, Lalu Bunuh Diri

09 Oktober 2020, 15: 05: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

IDENTIFIKASI: Kepala Puskesmas Jati Kulon bersam tim Polsek Jati sedang olah tempat kejadian perkara kemarin malam.

IDENTIFIKASI: Kepala Puskesmas Jati Kulon bersam tim Polsek Jati sedang olah tempat kejadian perkara kemarin malam. (PUSKESMAS JATI KULON FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Ayah berinisial EG, 50, diduga membunuh anaknya IM kemarin malam. Diduga pembunuhan itu terjadi karena EG merasa terpapar korona dan takut menulari anak yang memiliki penyakit asma. Setelah membunuh IM, EG juga bunuh diri dengan menyanyat lengan dengan pisau.     

Kemarin malam, warga mendapati EG dan IM tergeletak di rumahnya di RT 3 RW 5 Desa Ngembal Kulon, Jati. IM ditemukan di kursi dan terlilit sarung. Sedangkan EG tergeletak di lantai dengan tengan kiri mengeluarkan darah.

Kepala Puskesmas Jati Kulon Kamal Agus Efendi mengatakan, usai mendapat kabar, pihaknya bersama tim inafis Polres Kudus dan Polsek Jati bertolak ke TKP. Saat sampai di lokasi, keduanya ditemukan masih dalam keadaan hidup. Namun dalam perjalanan menuju RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus IM meninggal dunia.

”Bapaknya saat ini masih proses penanganan di rumah sakit,” katanya.

Saat di lokasi, tim menemukan tali menggantung di kamar sang anak. Sementara saat ditemukan sang anak berada di luar kamar dalam keadaan diikat di sofa.

”Saat ini masih dalam penyelidikan. Tetapi diduga ayahnya yang melilit leher sang anak. Setelah dililit, bapaknya bunuh diri dengan menyayat lengan menggunakan pisau,” ujarnya.

Menurut keterangannya, EG memang sempat beberapa kali ke Puskesmas Ngembal Kulon. Saat konsultasi, EG selalu merasa terpapar Covid-19. Namun saat di rapid test, hasilnya selalu nonreaktif. Hingga akhirnya dia swab mandiri di salah satu klinik di Kabupaten Kudus.

”Hasil swab baru keluar Sabtu. Mungkin khawatir menulari sang anak yang sakit asma, EG pun berniat mengakhiri hidup putrinya,” katanya.

Saat kejadian, dia memang hanya berdua dengan anak perempuannya. Istri dan iparnya saat itu sedang keluar.

Semenatara itu, hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo belum bisa dikonfirmasi. Wartawan koran ini telah berusaha menghubungi lewat sambungan telepon. Namun tidak ada jawaban.

Humas RSUD Dr, Loekmono HAdi Saiful Anas membenarkan jika rumah sakit memang menerima pasien dari Jati Kulon dengan inisial EG. ”Saat ini masih menjalani perawatan di IGD,” tutupnya. 

(ks/mal/daf/top/JPR)

 TOP