alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Digelar Virtual, Festival Batik Bakaran Pamerkan 36 Motif Batik

09 Oktober 2020, 14: 35: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

PAMERAN VIRTUAL: Seorang model sedang melihat Batik Bakaran yang dipajang di Balai Desa Bakaran, Juwana kemarin.

PAMERAN VIRTUAL: Seorang model sedang melihat Batik Bakaran yang dipajang di Balai Desa Bakaran, Juwana kemarin. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI - Kegiatan Festival Batik Bakaran digelar Pemerintah Desa Bakaran Wetan kemarin. Festival digelar secara virtual. Beragam kegiatan digelar untuk lebih mengenalkan Batik tulis asli dari Juwana ini.

Total ada 36 motif Batik yang dipamerkan. Mulai dari motif yang paling banyak diminati seperti gambar biota laut dan aneka bunga, hingga motif klasik irengan. Batik-batik ini produksi pengrajin lokal Bakaran Wetan.

Kepala Desa Bakaran Wetan Wahyu Supriyono mengungkapkan, melalui Festival ini pihaknya ingin lebih mengenalkan Batik bakaran kepada masyarakat luas. "Masih banyak yang belum mengenal betul batik tulis Bakaran ini. Karena itu melalui Festival ini kami kenalkan lagi," terang Wahyu kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Kegiatan Festival ini dikemas dengan beragam kegiatan. Mulai dari talkshow, lomba foto produk batik bakaran, hingga fashion show. Talkshow sendiri menghadirkan pelaku usaha batik kenamaan. Seperti pemilik Batik Tjokro, Buchori. Dengan begitu diharapkan popularitas Batik bakaran ini akan makin melejit. Dan masyarakat akan semakin mengetahui batik tulis tersebut.

Wahyu sendiri berupaya keras untuk mengangkat dan melestarikan produk unggulan desanya ini. Melalui dana desa, Bumdes yang ada akan dikonsentrasikan untuk menunjang promosi dan pemasaran Batik tulis ini.

"Kami dari pemerintah desa akan fasilitasi anak-anak muda untuk mengelola Bumdes agar membantu pemasaran produk-produk dari pengrajin Batik bakaran," jelas Wahyu.

Di Bakaran Wetan sendiri ada tujuh pengrajin besar. Selain itu ada puluhan pengrajin rumahan yang membantu produksi pengrajin-pengrajin besar itu. 

(ks/him/aua/top/JPR)

 TOP