alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Genjot Fisik Keliling Kampung Demi Juarai Lomba Pencak Silat

09 Oktober 2020, 10: 26: 14 WIB | editor : Ali Mustofa

Arina Nurul Izzah

Arina Nurul Izzah (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

ARINA Nurul Izzah berhasil menoreh prestasi dalam laga pencak silat tingkat kabupaten beberapa waktu lalu. Persiapan untuk menjadi juara butuh effort ekstra. Seperti lari keliling desa setiap pukul 13.00.

Arina, mengikuti pencak silat sejak kelas IX karena ajakan teman. Saat itu, ia memang berinisiatif sendiri untuk mengikuti latihan beladiri asli Indonesia itu. Maklum, hobi olah raga sudah mendarah daging di keluarga siswi kelas X SMKN 1 Rembang ini.

Latihannya bisa dua kali dalam sepekan. Dengan tekun ia telateni. Sampai sekarang sudah setahun lebih ia jalani. Saat ini ia sudah menyandang sabuk kuning. Di perguruan silat yang ia ikuti itu, tingkatan paling dasar adalah sabuk putih, kemudian kuning, hijau, biru, cokelat, hitam, dan merah sebagai tingkatan paling atas.

Selama ikut silat, bisa merasakan perbedaan dalam dirinya. Seperti merasa lebih percaya diri. ”Bisa melindungi diri. Percaya diri," katanya.

Secara fisik menurutnya juga lebih kuat. Sebelum ikut silat, perempuan kelahiran Rembang, 27 November 2005 ini, kerap sakit-sakitan. Sering demam. Sebulan bisa dua kali demam.

Semenjak mengikuti silat, karena menjalani latihan fisik yang rutin, sekarang Arina sudah jarang sekali merasakan meriang. Kali pertama bergabung, kenangnya, memang merasa berat. Kemudian setelah terbiasa jadi terasa ringan.

Butuh waktu dua bulan bagi dia untuk beradaptasi dengan genjotan fisik itu. ”Awalnya di fisik ya sakit. Tapi bertahan. Karena suka sama perburuannya. Kebersamaan. Temannya banyak," imbuhnya.

Ya, dalam perguruan yang ia ikuti itu, ada sekitar 40 siswa. Setahun lebih berjalan, ia pun menerima informasi tentang pertandingan pencak silat tingkat pelajar. Kemudian berinisiatif untuk mendaftar. Padahal, di sekolahnya tidak ada ekstrakurikuler.

”Saya yang bilang ke guru. Kalau mau ikut lomba," imbuhnya. Suporternya saat bertanding pun diramaikan oleh teman-teman seperguruannya.

Sementara itu, sebelumnya Arina sudah persiapan untuk tanding, dengan latihan fisik rutin setiap pukul 13.00. ”Lari keliling desa. Ada lima kilo," kenang perempuan yang bercita-cita sebagai anggota TNI ini.

Saat pertandingan ia pun berhasil masuk final dan menjadi juara I. Bahkan pengalaman uniknya, meski pertandingan sudah berakhir ia masih mendapat bogem-bogem dari lawannya. Si lawan itu diperkirakan sedang menyesal karena kekalahan. Dan, si wasit pertandingan pun langsung melerai.

”Dapat peringatan (dari wasit,Red)," kenangnya. 

(ks/lin/vah/top/JPR)

 TOP