alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tak Terima Ditagih Utang, Warga Blora Ini Malah Dibacok "Gendruwo"

08 Oktober 2020, 14: 15: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

BARANG BUKTI: Anggota Polsek Jepon menunjukkan parang yang digunakan pelaku untuk menyerang korban.   

BARANG BUKTI: Anggota Polsek Jepon menunjukkan parang yang digunakan pelaku untuk menyerang korban.   (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Agustinus, 24, warga Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon dibacok oleh Ngadiyo alias Gendruwo, 50, saat sedang karaoke pada Selasa (6/10). Pelaku tak terima karena ditagih utang oleh korban

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sedang asyik nyanyi bersama dua pemandu karaoke (PK) di Rumah Timun, di kawasan Kampung Baru, Jepon. Korban menagih utang Rp 500 rubu kepada Gendruwo dengan mengirim pesan singkat via SMS. Yang intinya menanyakan apakah Gendruwo sedang karaoke atau tidak.

Mendapati pesan itu, Gendruwo langsung mendatangi kamar karaoke yang ditempati korban. Keduanya pun terlibat cekcok karena pelaku tak diizinkan masuk korban. Pelaku, Gendruwo lalu pulang. Sekitar 30 menit kemudian kembali ke karaoke itu dengan membawa parang.

Pelaku pun mengayunkan parangnya. Beruntung, korban sempat menghindar dan hanya terkena sedikit tengkuknya. Korban juga berhasil merebut parang pelaku dalam perlawanannya. Korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jepon.

Kapolsek Jepon Iptu Supriyono mengungkapkan, pihaknya masih memburu pelaku pembacokan yang juga anggota salah satu organisasi masyarakat (ormas). Kemarin siang, pihaknya masih mengusahakan mediasi kasus tersebut.

”Saat ini kami masih mengejar pelaku. Kami masih berupaya memediasi, karena lukanya tidak parah. Kecuali kalau korban meninggal, beda lagi. Kami akan memproses hukum terhadap siapapun pelaku tindak pidana,” terangnya kemarin siang.

Iptu Supriyono menerangkan, hingga kemarin hasil visum dari Puskesmas Jepon belum keluar. Pihaknya akan menjadikan hasil visum sebagai pertimbangan kasus tersebut.

”Korban langsung bisa beraktivitas lagi. Panjang parangnya sekitar 20 sentimeter. Kasusnya sudah kami limpahkan ke Reskrim Polres Blora,” kata dia. 

(ks/ful/lid/top/JPR)

 TOP