alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Gugatan Penyalur Jasa ART Memasuki Babak Baru

Agenda Persidangan 27 Oktober 2020

05 Oktober 2020, 11: 15: 34 WIB | editor : Ugik Wepe

Gugatan Penyalur Jasa ART Memasuki Babak Baru

RadarKudus.com – Perkara perdata penyalur jasa Asisten Rumah Tangga (ART), dengan tergugat PT Cahaya Cinta Keluarga, Kapolda Sumatera Selatan, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang, dengan penggugat dari Kantor Hukum SHN dan Patner, Suwito Winoto, Hendra Wijaya, M Akbar, M Novel Suwa, M Maulana Kusuma W, Rozi Zaini, Joni, Novrizal Effendy, memasuki agenda sidang perdana pada Selasa (27/10/2020) di Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Palembang, Minggu (4/10/2020).

“Ya, perlu kami jelaskan akibat perkara ini klien kami mengalami kerugian material Rp 90 juta lebih, sementara immateril mencapai Rp 1 Miliar. Alhamdullilah, perkara ini mulai menunjukkan titik terang dengan memasuki sidang pertama yang akan di gelar di Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Palembang, pada Selasa, 27 Oktober 2020, dengan No Perkara 195/Pdt.G/2020/PN Plg,” beber Suwito Winoto didampingi M Novel Suwa dan M Maulana Kusuma W.

Dikatakan Suwito, awal permalasahan klien kami, An. Jhon Redo, memesan Asisten Rumah Tangga di PT Cahaya Cinta Keluarga, Ruko Siliwangi Square, Jalan Puspowarno Tengah I No 2 B Semarang, Jawa Tengah. “Klien Kami komunikasi dengan Mia,  marketing PT tersebut, melalui selular saja. Klien Kami memenuhi semua syarat yang diajukan perusahaan tersebut, dengan transfer uang total Rp 11 juta, ditambah tiket pesawat asisten rumah tangga untuk bekerja di kediaman Klien kami di Palembang. Baru kerja satu bulan tujuh hari, asisten rumah tangga yang dimaksud itu kabur tanpa sebab, padahal kontraknya 1 tahun dan gaji memasuki bulan kedua telah dibayar,” jelasnya.

Mengetahui asisten rumah tangga kabur tanpa jejak, kami dari Kantor Hukum SHN dan Patner, sudah menempuh jalur musyawarah, baik secara somasi, komunikasi dan lainnya. “Namun masih belum ada kejelasan, sehingga menempuh jalur hukum seperti ini. Kami berharap agar semua tergugat, dapat memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya, baik tentang kerja instansi yang dimaksud, sampai dengan tanggung jawab mengganti semua kerugian terhadap konsumen,” tukasnya.

(ks/wp/wp/JPR)

 TOP